Berikut 7 Kata Orangtua yang Berdampak Buruk Bagi Anak, Nomor 3 Menyedihkan

“Bagaimana sih, kalau naik sepeda tidak usah cepat-cepat ya, nanti jadi tidak jatuh!” ucap seorang ibu dengan nada meninggi sembari membangunkan si anak yang jatuh dari sepeda.
“Ya bu,” jawabnya singkat dengan diiringi kemerah-merahan di mata. Tampak si anak sudah mulai menahan tangis kesakitan dan nada suara dari ibu.

Continue reading “Berikut 7 Kata Orangtua yang Berdampak Buruk Bagi Anak, Nomor 3 Menyedihkan”

PERINGATI HARLAH IPNU-IPPNU, PAC KEDUNGBANTENG ADAKAN FUTSAL CUP

BANYUMAS- 63 dan 64 tahun yang lalu, IPNU-IPPNU lahir di bumi Indonesia sebagai barometer organisasi pelajar nahdlatul ulama. Tahun demi tahun perayaan hari kelahiran pun dimeriahkan di berbagai tempat. Tahun ini, Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU kecamatan Kedungbanteng kabupaten Banyumas mengadakan gelaran IPNU Futsal Cup (IFC). Kegiatan tersebut diadakan di SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng.

IFC merupakan ajang dimana para atlet menunjukkan bakatnya yang berlatar belakang IPNU. Adapun jumlah pesertanya mencapai 23 tim, mereka berasal dari ranting, komisariat, dan pondok pesantren se kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.

GUNA MELAKSANAKAN PROGRAM KERJANYA, RUMAH BACA KARTINI GAET AKTIVIS

Acara tersebut dibuka oleh pembina PAC IPNU kecamatan Kedungbanteng, Musmuallim.  Dalam sambutannya beliau berharap  agar IFC mampu menghasilkan Atlet berbasis IPNU yang berkompeten.

“Mari, IFC kita jadikan ajang persahabatan bukan ajang persaingan untuk membangun ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, maka dari itu setiap tim futsal harus tetap menjaga sportifitas dan menjaga nama baik IPNU,” katanya dalam sambutan pembukaan IFC, Sabtu (17/3).

Adapun jadwal pertandingan dilaksanakan pada 2 hari, Sabtu dan Ahad. Pada hari Sabtu hanya sampai pada babak semifinal, dan dilanjutkan pada hari Ahad sebagai puncak acara sekaligus final IFC.

“Puncaknya pada hari Ahad, yaitu final IFC sekaligus bebarengan dengan lomba MTQ, Khitobah, MC, Kaligrafi, Hadroh, LCCI, Pemulasaran Jenazah, dan Koor. Dengan adanya perlombaan yang banyak, diharapkan setiap ranting dapat mengkoordinasikan anggotanya agar berpartisipasi disetiap cabang lomba,” ungkap Riza Hami fauzan selaku ketua panitia.

Kemenpora Lakukan Fact Fanding IPPNU Banyumas

“Bagi tim yang menang, kemenangan bukanlah sebuah tujuan, tetapi menang adalah cara agar bisa terus berkembang sampai dipotensi terbaik. Sedangkan untuk yang kalah, pertandingan ini adalah untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri untuk masa yang akan datang agar lebih baik lagi,” sambungnya.

“Kegiatan berlangsung sangat meriah. Selain peserta, kemeriahan lomba juga terlihat dari suporter tim yang antusias  mengikuti perlombaan ini sampai selesai,” ungkap Arif Kurniawan peserta dari ranting Kutaliman. (Arif Kurniwan/ Fajar Pujianto)

Ketua IPPNU Banyumas ; NU Bekerja, NKRI Sejahtera

Banyumas- Lembaga-lembaga PCNU kabupaten Banyumas telah lengkap kepengurusannya. Kemarin, Kamis (15/3) telah secara resmi dilantik para pengurus-pengurus masa khidmat 2018-2023 di MTs al-Ittihad Pasir Kidul Purwokerto Barat.

Kehadiran ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siraj memberikan pembinaan keorganisasian dan juga ucapan selamat bagi para pengurus yang dilantik.

Selain itu juga disampaikan ucapan selamat dari berbagai kalangan yang hadir dalam acara tersebut.

Salah satunya yaitu dari ketua IPPNU kabupaten Banyumas, Utya Malikhatul Hasna.

“Selamat atas dilantiknya pengurus lembaga-lembaga PCNU kabupaten Banyumas masa Hidmat 2018-2023,   semoga apa yang telah diucapkan dan dijanjikan bisa amanah dalam menjalankan organisasi,” tutur Utya.

Dia juga mengucapkan selamat kepada panitia pelantikan yang telah bisa merawuhkan langsung ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj.

“Semoga apa yang telah beliau aturkan bermanfaat untuk kita semua. NU bekerja, NKRI sejahtera.”

“Salam pelajar. Belajar, berjuang, bertaqwa,” pungkasnya usai kegiatan. (Fajar Pujianto)

TBM Mekar Ilmu Diresmikan

“Anak zaman now pasti suka membaca, yuk membaca.” Begitulah slogan yang diusung dari taman bacaan masyarakat (TBM) Mekar Ilmu. TBM ini berada di kelurahan Pasir Kidul kecamatan Purwokerto Barat. Adalah Ida Munfarijah, pendiri TBM yang juga seorang guru TK Diponegoro 146 Kalibogor Purwokerto Barat yang secara simbolis baru meresmikan TBMnya kemarin, Selasa (7/3).

Continue reading “TBM Mekar Ilmu Diresmikan”

TBM PELITA MELESTARIKAN SEJARAH BANYUMAS

BANYUMAS- Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pelita merupakan satu-satu TBM dengan gedung yang representatif dan akses terdekat ke pusat sejarah kabupaten Banyumas. Jika berkunjung ke TBM ini, Anda akan mendapat sambutan yang luar biasa hangat dengan kearifan lokal. Nantinya Anda akan ditunjukan beberapa bukti sejarah kabupaten Banyumas. Seperti alun-alun Banyumas, kantor pemerintahan, museum wayang, sumur, perpustakaan, tahanan, dan beberapa tempat lainnya.

Sejarah TBM Pelita

Sebelum adanya TBM Pelita, pada tahun 2008 desa Sudagaran kecamatan Banyumas mendapat sumbangan buku dan rak dari mahasiswa KKN IKIP PGRI Semarang. Saat itu sempat terlantar karena tidak adanya pengelola. Namun kemudian buku-buku tersebut dikelola oleh PKK dan menjadi sudut baca PKK. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2009 buku-buku terus bertambah yang merupakan sumbangan dari warga.

Singkat cerita, pada tahun 2014 secara resmi berubah menjadi TBM Pelita. Adalah Sri Sabarti yang menjadi ikon berdirinya TBM Pelita dan ditemani oleh Juwahir Juju dan beberapa perangkat desa yang lainnya. Sama seperti diawal yaitu sempat terlantar, namun kali ini karena kondisi gedung yang dipugar. Sejak mengikuti Gerakan Indonesia Membaca (GIM) pada bulan September tahun 2016 di Purwokerto, TBM Pelita sibuk bersolek, berbenah diri agar bisa sejajar dengan TBM lain di Kabupaten Banyumas dan lebih berperan dalam memajukan budaya baca bangsa.

TBM Pelita mempunyai visi yaitu terwujudnya budaya membaca di masyarakat, serta memperkaya wawasan dan kreativitas masyarakat. Adapun misinya yaitu menyediakan buku bacaan yang berkualitas, menyelenggarakan kegiatan yang kreatif, rekreatif, dan edukatif, meningkatkan minat baca, menjadi sarana silaturrahmi, dan sebagai pusat kegiatan yang bersifat pengembangan diri.

Bentuk pelayanan TBM Pelita yaitu peminjaman buku, bimbingan belajar, kajian buku, pendidikan kecakapan hidup, pengembangan diri, dan donasi atau bantuan buku. Adapun jam pelayanannya yaitu setiap hari Senin sampai Kamis jam 13.00 – 17.30 dan hari Sabtu sampai Minggu jam 08.00- 17.30.

TBM Pelita sendiri berada di desa Sudagaran Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Atau lebih tepatnya berada di dekat alun-alun Banyumas. (Fajar Pujianto/ Pegiat Literasi TBM Kabupaten Banyumas)

 

Kemenpora Lakukan Fact Fanding IPPNU Banyumas

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan Fact Fanding ke sekretariat Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Banyumas yang berada di Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jum’at (13/10). Kegiatan tersebut dilakukan karena PC IPPNU Kabupaten Banyumas masuk dalam seleksi 10 besar tingkat Nasional. Sebelumnya telah meraih juara 2 tingkat provinsi Jawa Tengah dan mendapat kesempatan untuk maju sampai tingkat Nasional.

Pihak Fact Fanding

Hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi yang juga juri lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi tingkat Nasional, Rachmat HS. Dan didampingi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyumas. Continue reading “Kemenpora Lakukan Fact Fanding IPPNU Banyumas”

Yuk, Donor Darah

Banyak generasi muda saat ini yang menghabiskan waktu malam dengan berbagai kegiatan yang menuntut kesenangan semata. Berpesta, nongkrong, bermain game, bersantai, dan kesenangan lainnya.
 
Tapi berapa banyak anak muda yang menjadikan kegiatan seperti donor darah sebagai bagian dari gaya hidup mereka? Jawabannya banyak! Kamu pasti mengira hanya sedikit dari generasimu yang menjadikan kegiatan donor darah sebagai rutinitas yang biasa mereka lakukan. Kalau memang berpikir demikian, sepertinya kamu terlalu banyak bersenang-senang tanpa memikirkan kesenangan orang lain. Saatnya berubah!
 
Seseorang yang menyumbangkan darahnya tiga sampai empat kali dalam satu tahun, mampu membebaskannya dari ancaman penyakit seperti Hepatitis C, Hepatitis B, Sipilis, bahkan HIV. OKP Desa Babakan, PMI terus melakukan cara-cara kreatif untuk meningkatkan kebiasaan mendonor darah bagi generasi muda.