MENGGAMBAR BEBAS, ASYIK!

Fajar Pujianto

Anak-anak ketika disuruh untuk menggambar sangatlkah senang. Apalagi saat diperintah untuk menggambar bebas, hmm.. langsung saja dilaksanakan. Tidak jauh-jauh yang digambar adalah pemandangan gunung yang ada sawahnya, rumah, dan alat transportasi. Di TBM ANFAT seperti itu, mungkin di tempat pembaca tidak jauh berbeda, hehe. Continue reading “MENGGAMBAR BEBAS, ASYIK!”

YUK! BERMAIN CATUR

Fajar Pujianto

Merupakan salah satu media untuk meningkatkan kecerdasan iQ seseorang. Lihat saja ketika orang bermain catur, seolah harus pandai bertahan dan menyerang. Jika salah strategi sedikit saja, bisa jadi salah fatal. Lawan langsung bisa mematikan langkah dan membuat skak mat.

Continue reading “YUK! BERMAIN CATUR”

INILAH JURUS MEMPUNYAI KUMPULAN TTS ALA ADIK TBM ANFAT

Fajar Pujianto

TTS, singkatan dari Teka Teki Silang merupakan salah satu cara untuk mengukur seberapa pengetahuan kita. TTS ini juga dapat dijadikan sumber referensi dalam belajar. Banyak sekali kegunaan TTS, mulai dari mengetes kemampuan olah pikir sampai mengingatkan kembali pelajaran saat di bangku sekolah.

Kali ini adik di TBM Anfat berusaha mencari sumber-sumber TTS ketika dia tidak sempat mencarinya di kota. Biasanya di sekolah ada yang berjualan, akan tetapi karena masih libur sekolah, dia tidak bisa membelinya. Belum lagi semisal tidak mempunyai uang untuk membeli, hmm..harus mandiri dong. Continue reading “INILAH JURUS MEMPUNYAI KUMPULAN TTS ALA ADIK TBM ANFAT”

ARAH DAN SI JANGKUNG

Kini, Arah terbaring lemas di rumah sakit. Dia memang belum sadarkan diri. Begitu juga dengan adiknya. Hanya saja karena sang adik seorang lelaki yang mempunyai fisik yang lebih kuat, dia cepat siuman. Sementara Arah tidak demikian.

Biasanya nih, kalau di rumah sakit kan ada yang bertanggung jawab ya, buat ngurusi pengobatan dan lain sebagainya. Nah di sini, sebelum keluarga tahu akan kejadian yang dialami oleh kedua buah hatinya, siapa yang berani bertanggung jawab. Ini mengandung sebuah pertanyaan besar. Siapa sosok yang berani menanggung semua itu. Capcuz, kita lihat alinea berikutnya.

Masih teringat jelas kan ketika Arah di dalam mobil, sebelum sampai pertigaan. Dia melihat sesosok lelaki jangkung. Sedikit, memang sudah aku bocorkan siapa sosok lelaki jangkung itu kan? Kira-kira perlu di ulang nggak? Hehe. Coba deh buka sedikit saja pada bab 2 dengan judul Arah Masuk Rumah Sakit. Silahkan deh buka sedikit saja.

Sudah di buka kan? Continue reading “ARAH DAN SI JANGKUNG”

JUJUR!

Hanya tiga huruf dan lima karakter. Terlihat sepele untuk diucapkan tapi terkadang sulit untuk ditegakkan. Banyak sekali yang bilang kalau jujur itu menyakitkan. Benar tidak? Saya rasa demikian, karena saya pun pernah mengalami hal serupa. Namun jika dibiarkan akan terjadi suatu kebohongan yang berujung lebih menyakitkan. Dari pada mendengar dari ucapan orang lain, lebih baik kita sendiri yang mengatakannya, walaupun ada rasa keragu-raguan. Jika kita ragu untuk mengungkapkannya, alangkah baiknya jika lebih baik untuk diam. Memang membingungkan, apalagi jika kondisi dalam keadaan kepepet. Dalam kondisi seperti inilah hati mulai bimbang, haruskah berlaku jujur tapi akan [mungkin] dibenci atau justru berbohong untuk membela diri? Usahakanlah agar memegang teguh kejujuran.
Agar perilaku jujur dapat diterapkan, ada empat istilah jujur yang dapat dipakai dalam beberapa hal. Yang pertama, jujur dalam berbicara. Kedua, jujur dalam niat dan berkehendak. Ketiga, jujur dalam berkeinginan dan merealisasikannya. Dan keempat, jujur dalam bertindak, dikutip dari norhaya-jujur.blogspot.co.id. Mungkin tidak semua orang melakukan keempatnya. Akan tetapi sebagai pribadi yang penuh dosa, saya pun pernah mengalami hal tersebut. mungkin disengaja ataupun tidak sengaja.
Perlu diketahui ada beberapa manfaat yang diperoleh ketika seseorang melakukan kejujuran. Yang pertama, mudah dipercaya orang lain. Kedua, mendapat banyak berkah dan barokah. Ketiga, hati merasa tenang dan damai. Keempat, percaya diri dan dapat membawa manfaat pada orang lain. Dan kelima, hati akan senantiasa ikhlas dan bersyukur, dikutip dari rislah.com. semoga dengan artikel singkat ini dapat menambah wawasan tentang kejujuran. Acap kali kita melakukan kecerobohan sehingga menimbulkan suatu kebohongan. Dan apabila sudah pernah berbohong satu kali, maka akan merembet ke seluruh penjuru tubuh dan [kemungkin] bakal terulang lagi kecuali bertaubat. Semoga Alloh SWT mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan. Amiin.

SISWA MA AL-HIDAYAH PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS LATIHAN MENULIS

Kemarin (12/6) merupakan momen berharga dan terindah ketika saya berbagi tentang kepenulisan kepada para siswa MA Al-Hidayah Purwojati. Para siswa ini rerata adalah santri yang menghuni pondok pesantren sekitar, yaitu Al-Hidayah. Mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan seperti diusung oleh suatu media cetak yang tersebar juga di kabupaten Banyumas, yaitu Gerakan Santri Menulis. Perlu diketahui, kegiatan Gerakan Santri Menulis di kabupaten Banyumas tahun 2017 secara simbolik dibuka langsung oleh Bupati Banyumas. Kegiatan tersebut diadakan di Pondok Pesanren As-Sunniyyah Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja, Ahad (11/6). Jadi jika dikaitkan pelatihan semacam ini membantu mewujudkan santri yang bisa menulis.

Foto diambil di jembatan gantung dekat Pondok Pesantren As-Sunniyyah Sokaraja

 

Jika kita melihat lebih jauh, para santri ini tentunya sudah dibekali dengan ilmu agama dan umum yang begitu banyak. Jika mereka rajin menulis secara otomatis akan menghasikan bibit-bibit unggul seorang penulis yang hebat. Kita tahu para pendahulu yang sudah menciptakan berbagai karya berupa kitab dan lain sebagainya yang sampai sekarang masih dipeajari. Sehingga diharapkan para santri ini mampu menulis dan memiliki sebuah karya yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada pihak sekolah, dalam hal ini kepala, guru, dan karyawan, serta mahasiswa IAIN Purwokerto yang sebelumnya mengisi beberapa kegiatan di sekolah tersebut.

Saya sangat berharap setelah kegiatan ini mereka mempunyai wawasan tentang kepenulisan dan juga mempunyai sebuah karya yang bisa dibanggakan.

GP Ansor Kecamatan Karanglewas Adakan Konferancab

                             Sebagian Peserta dan Panitia

KARANGLEWAS-Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Karanglewas di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Pasir Kulon Kecamtan Karanglewas, Sabtu (4/6/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Kecamatan Karanglewas, Polsek Karanglewas, Kepala Desa Pasir Kulon, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karanglewas, Muslimat NU Kecamatan Karanglewas, PAC Fatayat NU Kecamatan Karanglewas, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Karanglewas, dan tamu undangan lainnya.

Hadir pula sebagai dewan komisioner Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Propinsi Jawa Tengah, Teguh Iman Darus Jami’ . Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banyumas.

Adapun sebagai peserta kegiatan adalah berasal dari Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) se Kecamatan Karanglewas yang diwakili masing-masing lima anggota. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Karanglewas, H. Mahmudi.

Maksud dari kegiatan tersebut adalah untuk memilih ketua terbaru, yang dikarenakan kepengurusan lama sudah berakhir masa jabatannya.

Ahmad Fauzi selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karanglewas demisioner mengatakan ketetapan pemilihan ketua yaitu sesuai peraturan rumah tangga GP Ansor, yaitu hasil konggres ke XV tahun 2015 di Yogyakarta pada pasal 23.

“Berdasarkan aturan yang ada maka ditetapkan 5 bakal calon yang menduduki kursi calon ketua. Mereka adalah yang sudah mengikuti PKD dan Susbalan,” katanya dalam penanggapan tata tertib.

PW, PC, PAC, dan Ketua Terpilih

“Dari lima bakal calon, ada dua yang sedang bertugas sebagai Pos Pengamanan Banser, sedangkan yang satu batas usia sudah melebihi ketentuan, dan satunya lagi mengundurkan diri dikarenakan masih tahap pengenalan dalam organisasi Ansor yang sebelumnya aktif di oranisasi IPNU. Oleh karena itu maka secara aklamasi ditetapkan satu orang calon ketua yang sekaligus menjadi ketua terpilih,” imbuhnya.

Teguh Iman mengungkapkan, bahwa organisasi Ansor merupakan organisasi kader, jadi kegiatan tersebut secara otomatis menjadi bentuk pengkaderan terhadap generasi mendatang. Selain itu masalah tanggung jawab menjadi hal yang utama mengingat berbagai persoalan yang terjadi saat ini.

Selain Wisata Jasmani, Baturraden Juga Menampilkan Wisata Literasi dengan Hadirnya TBM Rumah Cendekia

“Adanya media sosial beberapa dijadikan alat profokasi dan adu domba, seperti yang terjadi belakangan ini pada beberapa situs yang menyerupai NU. Kelompok ini cenderung ribut dan tidak bisa apa-apa  untuk musyawarah. Maka, adanya Banser harus pergunakan yang positif,” katanya.

“Dilihat dari segi ekonomi, setelah diteliti ternyata generasi sekarang lebih senang bebas tanpa terikat, artinya menginginkan mempunyai usaha sendiri. Diharapkan organsasi Ansor di Kecamatan Karanglewas mempunyai kemandirian dalam ekonomi,” ungkapnya.

Profil Ketua Terpilih, M. Syarifudin

Terpilihnya Syarifudin sebagai ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karanglewas, tidak lepas dari peranan dan pengalamannya dalam berorganisasi. Syarifudin merupakan mantan ketua PAC IPNU Kecamatan Karanglewas dan ketua PC IPNU Kabupaten Banyumas beberapa tahun  yang lalu. Selain itu dedikasinya dalam dunia pendidikan menempatkan ia pada sebuah madrasah di desa Singasari tempat ia tinggal, MI Ma’arif NU Singasari.

“Apresiasi diwujudkan kepada anggota Ansor sebagai organisasi kader dengan hadirnya Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Karanglewas. Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridlo dari Alloh SWT,” pungkas Teguh menutup acara. (Fajar Pujianto/ Pengurus GP Ansor Ranting Babakan Anak Cabang Karanglewas Cabang Banyumas)

 

 

 

BERANI BERKARYA

Mendapat kepercayaan mengisi sebuah acara adalah suatu pengalaman berharga bagi diri sendiri. Besok selama 4 hari kedepan bersama mas Agus bakal berkolaborasi mengisi acara Pelatihan Kepenulisan. Wah, ini merupakan kesempatan yang langka, terutama bagi penulis pemula seperti saya ini.

Acara tersebut diadakan oleh SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang memang dkhususkan untuk siswa sekolah tersebut. Nampaknya, anak-anak muda sekarang kian gemar menulis ya, mereka saja mau belajar berhari-hari. Ya, betul sekali. Bukan hanya anak muda yang harus belajar. Melainkan semua orang. Belajar tidak mengenal batas usia.

Jadi, saya ucapkan terimakasih kepad pihak SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang bersedia mengadakan kegiatan. Harapannya adalah kedepan semakin banyak penulis di Kabupaten Banyumas, khususnya di kecamatan Karanglewas.

#Yang Muda yang Berkarya#Banyumas kota penulis#Literasi#TBM Anfat Desa Babakan

#Salah bulan, hehe

 

MI MA’ARIF NU 2 LANGGONGSARI ADAKAN WISUDA

Wisudawan dan wisudawati berfoto bersama guru

Masyarakat grumbul Pliken Desa Langgogsari dan desa Pageraji kecamatan Cilongok berbondong-bondong menuju MI Ma’arif NU 2 Langgongsari Kecamatan Cilongok. MI Ma’arif NU 2 Langgongsari hari ini (23/5/2017) mengadakan kegiatan wisuda dan pelepasan siswa-siswi kelas VI. Kegiatan tersebut mengusung tema kerohanian dan kebudayaan. Wisuda dan pelepasan siswa-siswi kelas VI bertempatkan di halaman MI Ma’arif NU 2 Langgongsari dan diikuti oleh ratusan pengunjug.

Turut hadir dalam acara Pemerintah Desa Langgongsari, jajaran pengurus NU, Muslimat, Ansor, Banser, Fatayat, dan IPNU-IPPNU Ranting Pliken desa Langgongsari, TK Diponegoro 62 Langgongsari, TK Diponegoro 30 Pageraji, dan tokoh masyarakat sekitar, serta warga desa Langgongsari dan Pageraji.

Acara tersebut diawali dengan iring-iringan wisudawan dan wisudawati kelas VI diiringi Marching Band ‘Gita Mandala’, 250 siswa, wali murid, serta masyarakat sekitar.

Balutan pertunjukan dari masing-masing kelas turut memeriahkan acara tersebut. Mulai dari seni baca Al-Qur’an, seni tari, puisi, oleh vokal, paduan suara, dan beberapa penampilan lainnya. Selain itu penampilan dari TK Diponegoro 62 Langgongsari turut memeriahkan acara. Mereka menampilkan Drumband dan tarian tradisional.

Selain tampilan yang disajikan, kegiatan tersebut juga mengapresiasi para peserta lomba yang berhasil meraih juara baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Wali murid kelas VI juga memberikan kenang-kenangan untuk MI Ma’arif NU 2 Langgongsari.

Tradisi Sungkem

Tradisi Sungkem juga menjadi tradisi yang setiap tahun disajikan dalam kegiatan tersebut. yaitu mencium tangan kanan para guru dan wali murid yang dilakukan oelh siswa kelas VI. Selain tradisi sungkem, nyanyian lagu-lagu NU juga disajikan dalam kegiatan tersebut.

Adib Khusen selaku kepala MI Ma’arif NU 2 Langgongsari mengatakan, kegiatan itu bertujuan melepas siswa-siswi kelas VI MI Ma’arif NU 2 Langgongsari untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Dia tidak ingin berhenti samapai MI saja, karena wajar pendidikan sekarang adalah 12 tahun.

“Siswa-siswi kelas VI MI Ma’arif NU 2 Langgongsari haruslah melanjutkan sekolah sampai minimal SLTA, karena pendidikan sekarang minimal 12 tahun. Oleh karena itu mereka dilepas dari sini agar melanjutkan sekolah di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Dalam sambutannya, dia menjelaskan bahwa MI Ma’arif NU 2 Langgongsari melepas 32 siswa-siswi dan sudah mendapat pendaftar sejumlah 43 calon siswa dari TK.

“Kami lepas 32 siswa MI Ma’arif NU 2 Langgongsari, dari yang semula 250 siswa dikurangi 32 siswa. Akan tetapi hingga saat ini sudah mendapat pendaftar sejumlah 43 calon siswa. Itu artinya akan ada tambahan ruang kelas baru lagi. Semetara pada tahun ajaran yang lalu, MI Ma’arif NU 2 Langgongsari kurang 1 kelas dan menggunakan ruang perpustakaan. Jadi pada tahun ajaran 2017/2018 MI Ma’arif NU 2 Langgongsari kurang dua kelas baru. Dan ini menjadi pekerjaan tersendiri bagi pengurus dan komite serta seluruh warga MI Ma’arif NU 2 Langgongsari agar kedepan mempunyai ruang kelas baru,” jelas dia.

Harapan kedepannya adalah para siswa kelas VI usai diwisuda dan dilepas hanya akan meninggalkan raganya saja, sementara hatinya masih untuk almamater, MI Ma’arif NU 2 Langgongsari.

 

Penulis : Fajar Pujianto

Selain Wisata Jasmani, Baturraden Juga Menampilkan Wisata Literasi dengan Hadirnya TBM Rumah Cendekia

Kegiatan Parenting di TBM Rumah Cendekia

BANYUMAS- Siapa sih yang tidak kenal kota ini? Baturraden merupakan sebuah kecamatan di ujung utara Kabupaten Banyumas. Kecamatan ini terletak di lereng Gunung Slamet. Gunung tertinggi se Jawa Tengah. Di sana menampilkan pemandangan yang luar biasa dengan berbagai objek wisata yang tentunya membuat hati kerasan. Hadirnya taman baca di kota tersebut membuat daya tarik semakin menjadi. Pasalnya ketika berkunjung ke taman baca tersebut bisa sekalian mengunjungi objek wisata yang ada di sana.

Tuti Sundari (Kanan Berkaca Mata)

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Cendekia namanya. Tidak jauh dari berbagai objek wisata, TBM ini hadir dan memberikan nuansa tersendiri di Baturraden. Berdiri pada tahun 2008 dengan dikomandoi oleh Tuti Sundari, TBM Rumah Cendekia kian hari kian memberikan dampak positif bagi masyarakat secara nyata. Hal ini dibuktikan dengan beragai kegiatan yang dilakukan untuk masyarakat itu sendiri.

Menurut penuturan dari Tuti Sundari selaku pendiri, pada awalnya dia memanfaatkan buku-buku sewaktu kuliah. Kemudian dia mengundang anak-anak sekitar untuk berkegiatan di rumahnya. Setelah itu barulah dia mengadakan kegiatan indoor dan outdoor. Alhasil anak-anak sekitar merasa kerasan belajar di TBM Rumah Cendekia Baturraden.

“Mereka kami ajak untuk belajar bersama di TBM, kemudian kegiatan-kegiatan lain, seperti mendongeng, kreasi membuat milkshake, nonton bareng, beres-beres buku, dan lain sebagainya. Selain itu kegiatan outdoor yang kami lakukan yaitu tadzabur alam. Pernah juga kami berkunjung ke bukit Arjuna, dan wisata air Dreamland di Ajibarang,” ungkap Tuti Sundari.

TBM Rumah Cendekia tidak pernah lelah dalam memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Awal 2017 TBM ini memberikan kegiatan terhadap ibu-ibu sekitar. Yaitu kegiatan parenting yang setiap bulan mereka lakukan.

“Setiap satu bulan sekali, kami melakukan kegiatan parenting bagi ibu-ibu sekitar. Kegiatan ini dihadiri oleh Meti Herawati seorang penulis buku best seller,” tandasnya.

Tuti Sundari dalam menjalankan visi-misinya tidak pernah luput dari peranan orang sekitar. Muhammad Iqbal Fauzi selaku suami selalu mensupport setiap kegiatan yang dilakukan oleh istrinya untuk TBM yang dikelola. Selain itu, beberapa relawan yang tergabung di TBM turut memberikan sumbangsihnya yang begitu besar terhadap kemajuan TBM tersebut. Para relawan juga diberikan beasiswa agar tetap terus melanjutkan pendidikannya sampai jenjang Universitas.

Relawan TBM Rumah Cendekia

“Bismillah mudah-mudahan kami bisa istiqomah. Alhamdulillah kami terus mensupport mereka agar terus mengenyam pendidikan, paling tidak sampai jenjang Universitas. Alhamdulillah juga kemarin ada yang bisa sampai kuliah. Semoga kami tetap mendapat keberkahan,” katanya kemarin menjelang acara Gebyarmas di IAIN Purwokerto.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/mendapat-apresiasi-pegiat-literasi-tbm-banyumas/

TBM Rumah Cendekia beralamatkan di Desa Rempoah RT 04 RW 05 Nomor 27 Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Setiap berkegiatan, TBM Rumah Cendekia dihadiri oleh sekitar 20 pengunjung. Dan saat ini mempunyai 4 orang relawan di TBM Rumah Cendekia Baturraden.

 

Penulis : Fajar Pujianto