SISWA MA AL-HIDAYAH PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS LATIHAN MENULIS

Kemarin (12/6) merupakan momen berharga dan terindah ketika saya berbagi tentang kepenulisan kepada para siswa MA Al-Hidayah Purwojati. Para siswa ini rerata adalah santri yang menghuni pondok pesantren sekitar, yaitu Al-Hidayah. Mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan seperti diusung oleh suatu media cetak yang tersebar juga di kabupaten Banyumas, yaitu Gerakan Santri Menulis. Perlu diketahui, kegiatan Gerakan Santri Menulis di kabupaten Banyumas tahun 2017 secara simbolik dibuka langsung oleh Bupati Banyumas. Kegiatan tersebut diadakan di Pondok Pesanren As-Sunniyyah Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja, Ahad (11/6). Jadi jika dikaitkan pelatihan semacam ini membantu mewujudkan santri yang bisa menulis.

Foto diambil di jembatan gantung dekat Pondok Pesantren As-Sunniyyah Sokaraja

 

Jika kita melihat lebih jauh, para santri ini tentunya sudah dibekali dengan ilmu agama dan umum yang begitu banyak. Jika mereka rajin menulis secara otomatis akan menghasikan bibit-bibit unggul seorang penulis yang hebat. Kita tahu para pendahulu yang sudah menciptakan berbagai karya berupa kitab dan lain sebagainya yang sampai sekarang masih dipeajari. Sehingga diharapkan para santri ini mampu menulis dan memiliki sebuah karya yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada pihak sekolah, dalam hal ini kepala, guru, dan karyawan, serta mahasiswa IAIN Purwokerto yang sebelumnya mengisi beberapa kegiatan di sekolah tersebut.

Saya sangat berharap setelah kegiatan ini mereka mempunyai wawasan tentang kepenulisan dan juga mempunyai sebuah karya yang bisa dibanggakan.

BERANI BERKARYA

Mendapat kepercayaan mengisi sebuah acara adalah suatu pengalaman berharga bagi diri sendiri. Besok selama 4 hari kedepan bersama mas Agus bakal berkolaborasi mengisi acara Pelatihan Kepenulisan. Wah, ini merupakan kesempatan yang langka, terutama bagi penulis pemula seperti saya ini.

Acara tersebut diadakan oleh SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang memang dkhususkan untuk siswa sekolah tersebut. Nampaknya, anak-anak muda sekarang kian gemar menulis ya, mereka saja mau belajar berhari-hari. Ya, betul sekali. Bukan hanya anak muda yang harus belajar. Melainkan semua orang. Belajar tidak mengenal batas usia.

Jadi, saya ucapkan terimakasih kepad pihak SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang bersedia mengadakan kegiatan. Harapannya adalah kedepan semakin banyak penulis di Kabupaten Banyumas, khususnya di kecamatan Karanglewas.

#Yang Muda yang Berkarya#Banyumas kota penulis#Literasi#TBM Anfat Desa Babakan

#Salah bulan, hehe

 

[Cernak] Pertengkaran Harimau dan Gajah

Pada suatu hari yang cerah, ada seekor harimau yang kelaparan. Semua binatang langsung bersembunyi agar tidak dimangsa harimau tersebut. Saat itu, terdengar suara tanah bergonjang. Terlihat seekor gajah. Harimau melihatnya. Ia lalu berkata : “Hai gajah! Aku akan menantangmu untuk melawan pasukan harimau.”

Mendengar perkataan itu, gajahpun setuju. Dengan satu syarat, jika pasukan harimau kalah, harimau itu pergi dari hutan. Tapi jika Pasukan gajah kalah, mereka harus disantap harimau itu.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

Pasukan gajah telah bersiap untuk melawan Pasukan harimau. Pasukan gajah telah bersembunyi. Melihat pasukan harimau datang, Pasukan gajah telah bersiap untuk melawan pasukan harimau yang sombong itu.

“Hai gajah! Keluarlah!”

Harimau mencari keberadaan gajah tersebut. Tetapi harimau tidak menemukannya.

Saat pimpinan harimau tersebut kembali ketempat semula. Dia tidak melihat harimau lainnya. Melihat hal tersebut, harimau agak sedikit gerogi.

Tidak lama kemudian, ia merasakan gonjangan tanah. Harimau melihat ada seekor gajah yang bersembunyi. Harimau bersiap untuk menerkam gajah tersebut. Harimau telah melompat ke arah gajah untuk membunuhnya. Tidak kena sasaran. Gajahpun membalasnya.

“Aaaaaaaaa…” teriak gajah bernada tinggi.

Perkelahianpun tidak dapat dielakkan lagi. Merasa semakin terancam, harimau mundur ke arah pohon yang ada durinya. Harimau mencoba menghentikan gading gajah yang semakin menusuk kepalanya. Tetapi tidak juga berhasil.

“Ampun gajah, aku menyerah,” pinta harimau merintih kesakitan.

“Baiklah, kau aku maafkan,” ucap gajah.

“Terimakasih gajah.” Ucap harimau semabari pergi meninggalkan hutan.

Begitulah, kesombongan dapat dikalahkan dengan kebaikan. Seperti harimau dengan gajah. Harimau yang sombong dapat dikalahkan dengan kebaikan gajah tersebut.

Penulis : Zain Sutrisno, Anggota TBM Anfat Desa Babakan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Tumbuhkan Kreatifitas Menulis

Seluruh Peserta, Pembedah dan Panitia

PURWOKERTO-Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan bertajuk Bedah Buku dan Proses Kreatif Menulis. Kegiatan tersebut diadakan di SD UMP Purwokerto, Ahad (2/4/2017).

Puluhan aktivis literasi yang tergabung dalam forum TBM Kabupaten Banyumas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu berbagai komunitas yang ada di Kabupaten Banyumas, seperti Forum Lingkar Pena dan Komunitas Penulis Artikel Karangalewas juga turut berpartisipasi.

Dimas, pertama dari kiri

Hadir sebagai pembedah Dimas Indriyanto, penulis yang sekaligus dosen muda IAIN Purwokerto. Indra Devandra, penulis sekaligus penerbit buku turut memeriahkan acara tersebut. Bedah buku kali ini adalah membedah buku yang berjudul Kita Guru yang Dinanti karya bapak Riyadi (penulis sekaligus kepala SDN 1 Kediri, Karanglewas) dan Tomas Utomo (penulis sekaligus guru SD UMP Purwokerto).

Dimas Indriyanto selaku pembedah buku pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa menulis bukan merupakan bakat setiap orang. “Menulis itu bukan bakat. Tapi suatu hal yang jika istiqomah melakukannya maka kita akan menjadi penulis hebat,” kata Dimas yang pernah meraih penghargaan sebagai pemuda berprestasi bidang pendidikan seni dan budaya oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

“Jangan memikirkan apa yang akan ditulis. Tapi tulislah apa yang kau pikirkan,” sambung Indra Devandra yang juga sebagai penulis lagu dan penerbitan buku.

Riyadi juga mengatakan menjadi penulis itu asyik karena bisa berteriak sepuas hati. “Ya, seringkali berteriak pada sesuatu yang ingin disuarakan. Namun tidak mampu tersampaikan secara langsung.” Kata Riadi yang juga sebagai ketua Kompak.

Pemaparan

“Teriakan itu bisa berkaitan erat dengan suatu hal yang menjadi momok ketidakadilan. Fenomena ketidaklaziman yang sudah menjadi santapan umum ataupun sebuah pernyataan kritis yang belum terjawab,” sambungnya.

Tomas Utomo menambahkan bahwa menjadi penulis yang sensitif akan membuat lebih mudah untuk mengemas dengan cantik apa yang dilami menjadi sebuah tulisan.  “Seorang penulis memiliki kemampuan untuk membahas perasaannya. Paham betul apa yang sedang dialaminya dan bagaimana mengungkapkan apa yang dirasakan dalam bentuk tulisan,” tutur Totok Utomo, penulis yang sudah mempunyai 5 buku karya miliknya.

Panitia beserta tamu undangan

Fajar Pujianto selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan Bedah Buku  dan Proses Kreatif Menulis forum TBM Kabupaten Banyumas merupakan rangkaian kegiatan rutin forum TBM Kabupaten Banyumas. “Ini merupakan kegiatan keenam kalinya semenjak kami dibentuk. Kegiatan ini diharapkan bisa memotivasi para penulis pemula agar lebih kreatif lagi dalam menulis. Selain itu kegiatan ini juga sebagai wujud dedikasi kita terhadap masyarakat,” pungkasnya. (Fajar Pujianto/ Ketua Panitia Bedah Buku dan Proses Kreatif Menulis Forum TBM Kabupaten Banyumas)