SINERGI PEGIAT LITERASI KABUPATEN BANYUMAS DAN SEMARANG

Fajar Pujianto

Tidak terlalu direncana sebelumnya bakal bertemu dengan para pegiat literasi dari kabupaten Banyumas dan Semarang. Awalnya karena masih suasana lebaran dan ada saudara yang belum dikunjungi, akhirnya ku putuskan untuk bersilaturrahim ke tempat saudara yang rumahnya tidak jauh dari tempat pertemuan. Namun setelah kontak beberapa pegiat literasi yang berada tidak jauh dari kecamatan Sumpiuh, mereka bersedia untuk bertemu sekaligus ajang silaturrahim. Menjelang keberangkatan ada informasi bahwa akan ada pegiat literasi dari kabupaten Semarang yang bakal datang ke situ. Continue reading “SINERGI PEGIAT LITERASI KABUPATEN BANYUMAS DAN SEMARANG”

BERANI BERKARYA

Mendapat kepercayaan mengisi sebuah acara adalah suatu pengalaman berharga bagi diri sendiri. Besok selama 4 hari kedepan bersama mas Agus bakal berkolaborasi mengisi acara Pelatihan Kepenulisan. Wah, ini merupakan kesempatan yang langka, terutama bagi penulis pemula seperti saya ini.

Acara tersebut diadakan oleh SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang memang dkhususkan untuk siswa sekolah tersebut. Nampaknya, anak-anak muda sekarang kian gemar menulis ya, mereka saja mau belajar berhari-hari. Ya, betul sekali. Bukan hanya anak muda yang harus belajar. Melainkan semua orang. Belajar tidak mengenal batas usia.

Jadi, saya ucapkan terimakasih kepad pihak SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang bersedia mengadakan kegiatan. Harapannya adalah kedepan semakin banyak penulis di Kabupaten Banyumas, khususnya di kecamatan Karanglewas.

#Yang Muda yang Berkarya#Banyumas kota penulis#Literasi#TBM Anfat Desa Babakan

#Salah bulan, hehe

 

[Cernak] Pertengkaran Harimau dan Gajah

Pada suatu hari yang cerah, ada seekor harimau yang kelaparan. Semua binatang langsung bersembunyi agar tidak dimangsa harimau tersebut. Saat itu, terdengar suara tanah bergonjang. Terlihat seekor gajah. Harimau melihatnya. Ia lalu berkata : “Hai gajah! Aku akan menantangmu untuk melawan pasukan harimau.”

Mendengar perkataan itu, gajahpun setuju. Dengan satu syarat, jika pasukan harimau kalah, harimau itu pergi dari hutan. Tapi jika Pasukan gajah kalah, mereka harus disantap harimau itu.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

Pasukan gajah telah bersiap untuk melawan Pasukan harimau. Pasukan gajah telah bersembunyi. Melihat pasukan harimau datang, Pasukan gajah telah bersiap untuk melawan pasukan harimau yang sombong itu.

“Hai gajah! Keluarlah!”

Harimau mencari keberadaan gajah tersebut. Tetapi harimau tidak menemukannya.

Saat pimpinan harimau tersebut kembali ketempat semula. Dia tidak melihat harimau lainnya. Melihat hal tersebut, harimau agak sedikit gerogi.

Tidak lama kemudian, ia merasakan gonjangan tanah. Harimau melihat ada seekor gajah yang bersembunyi. Harimau bersiap untuk menerkam gajah tersebut. Harimau telah melompat ke arah gajah untuk membunuhnya. Tidak kena sasaran. Gajahpun membalasnya.

“Aaaaaaaaa…” teriak gajah bernada tinggi.

Perkelahianpun tidak dapat dielakkan lagi. Merasa semakin terancam, harimau mundur ke arah pohon yang ada durinya. Harimau mencoba menghentikan gading gajah yang semakin menusuk kepalanya. Tetapi tidak juga berhasil.

“Ampun gajah, aku menyerah,” pinta harimau merintih kesakitan.

“Baiklah, kau aku maafkan,” ucap gajah.

“Terimakasih gajah.” Ucap harimau semabari pergi meninggalkan hutan.

Begitulah, kesombongan dapat dikalahkan dengan kebaikan. Seperti harimau dengan gajah. Harimau yang sombong dapat dikalahkan dengan kebaikan gajah tersebut.

Penulis : Zain Sutrisno, Anggota TBM Anfat Desa Babakan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Selain Wisata Jasmani, Baturraden Juga Menampilkan Wisata Literasi dengan Hadirnya TBM Rumah Cendekia

Kegiatan Parenting di TBM Rumah Cendekia

BANYUMAS- Siapa sih yang tidak kenal kota ini? Baturraden merupakan sebuah kecamatan di ujung utara Kabupaten Banyumas. Kecamatan ini terletak di lereng Gunung Slamet. Gunung tertinggi se Jawa Tengah. Di sana menampilkan pemandangan yang luar biasa dengan berbagai objek wisata yang tentunya membuat hati kerasan. Hadirnya taman baca di kota tersebut membuat daya tarik semakin menjadi. Pasalnya ketika berkunjung ke taman baca tersebut bisa sekalian mengunjungi objek wisata yang ada di sana.

Tuti Sundari (Kanan Berkaca Mata)

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Cendekia namanya. Tidak jauh dari berbagai objek wisata, TBM ini hadir dan memberikan nuansa tersendiri di Baturraden. Berdiri pada tahun 2008 dengan dikomandoi oleh Tuti Sundari, TBM Rumah Cendekia kian hari kian memberikan dampak positif bagi masyarakat secara nyata. Hal ini dibuktikan dengan beragai kegiatan yang dilakukan untuk masyarakat itu sendiri.

Menurut penuturan dari Tuti Sundari selaku pendiri, pada awalnya dia memanfaatkan buku-buku sewaktu kuliah. Kemudian dia mengundang anak-anak sekitar untuk berkegiatan di rumahnya. Setelah itu barulah dia mengadakan kegiatan indoor dan outdoor. Alhasil anak-anak sekitar merasa kerasan belajar di TBM Rumah Cendekia Baturraden.

“Mereka kami ajak untuk belajar bersama di TBM, kemudian kegiatan-kegiatan lain, seperti mendongeng, kreasi membuat milkshake, nonton bareng, beres-beres buku, dan lain sebagainya. Selain itu kegiatan outdoor yang kami lakukan yaitu tadzabur alam. Pernah juga kami berkunjung ke bukit Arjuna, dan wisata air Dreamland di Ajibarang,” ungkap Tuti Sundari.

TBM Rumah Cendekia tidak pernah lelah dalam memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Awal 2017 TBM ini memberikan kegiatan terhadap ibu-ibu sekitar. Yaitu kegiatan parenting yang setiap bulan mereka lakukan.

“Setiap satu bulan sekali, kami melakukan kegiatan parenting bagi ibu-ibu sekitar. Kegiatan ini dihadiri oleh Meti Herawati seorang penulis buku best seller,” tandasnya.

Tuti Sundari dalam menjalankan visi-misinya tidak pernah luput dari peranan orang sekitar. Muhammad Iqbal Fauzi selaku suami selalu mensupport setiap kegiatan yang dilakukan oleh istrinya untuk TBM yang dikelola. Selain itu, beberapa relawan yang tergabung di TBM turut memberikan sumbangsihnya yang begitu besar terhadap kemajuan TBM tersebut. Para relawan juga diberikan beasiswa agar tetap terus melanjutkan pendidikannya sampai jenjang Universitas.

Relawan TBM Rumah Cendekia

“Bismillah mudah-mudahan kami bisa istiqomah. Alhamdulillah kami terus mensupport mereka agar terus mengenyam pendidikan, paling tidak sampai jenjang Universitas. Alhamdulillah juga kemarin ada yang bisa sampai kuliah. Semoga kami tetap mendapat keberkahan,” katanya kemarin menjelang acara Gebyarmas di IAIN Purwokerto.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/mendapat-apresiasi-pegiat-literasi-tbm-banyumas/

TBM Rumah Cendekia beralamatkan di Desa Rempoah RT 04 RW 05 Nomor 27 Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Setiap berkegiatan, TBM Rumah Cendekia dihadiri oleh sekitar 20 pengunjung. Dan saat ini mempunyai 4 orang relawan di TBM Rumah Cendekia Baturraden.

 

Penulis : Fajar Pujianto

 

MENDAPAT APRESIASI PEGIAT LITERASI TBM BANYUMAS

Siapa sih yang tidak ingin mendapat penghargaan. Tentulah semua pasti menginginkan hal tersebut. ketika seseorang mendapat suatu penghargaan, itu merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap kinerjanya selama ini.

Hari ini, Ahad (7/5/2017) berkenaan dengan kegiatan Gerakan Budaya Gemar Membaca Kabupaten Banyumas (Gebyarmas) yang diadakan oleh Fokus PKBM Kabupaten Banyumas di IAIN Purwokerto, 20 pegiat literasi mendapat penghargaan tersebut.

Sepuluh diantara merupakan aktivis PKBM Kabupaten Banyumas dan sepuluh lainnya pegiat Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Banyumas. Dari sepuluh pegiat TBM, 5 diantaranya merupakan versi FTBM sementara 5 lainnya versi FPKBM.

                  Seluruh Pemegang Apresiasi

Alhamdulillah, dengan diiringi rasa syukur saya ucapkan terimakasih atas nikmat dan barokah yang tak terhingga dari Alloh SWT.

Yang pertama saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mas Fathur Rozak dan mab Khusnul Khotimah. Merekalah yang pertama mengajak saya untuk berkegiatan di TBM dan mereka selalu mensupport baik sebelum maupun sesudah mendirikan TBM sampai saat ini.

Bersama Ketua FTBM Banyumas, Heru Kurniawan

Yang kedua, saya ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Forum TBM Kabupaten Banyumas, Bapak Heru Kurniawan beserta rekan-rekan. Karena melalui wadah inilah, setiap hari dapat menyerap ilmu baru baik melalui grup ataupun dalam berkegiatan.

Yang ketiga, saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada mas Isrodin beserta jajaran panitia Gebyarmas yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan luar biasa. Banyak pelajaran yang saya dapat dari kegiatan ini. terimakasih jg atas penghargaan yang telah diberikan.

Yang keempat, saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada pihak sponsor, Bank Indonesia. Sukses terus, semoga semakin berjaya. Amiin.

Yang terakhir, saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman dari TBM Anfat Desa Babakan Kecamatan Karanglewas. Masih banyak yang di angan dan belum terealisasi. Semoga kedepan lebih baik lagi, amiin.

Forum TBM Banyumas saat berada di stand

Mohon maaf saya merasa belum bisa berbuat lebih agar minat baca mayarakat semakin meningkat. Hanya semangat yang aku punya. Mudah-mudahan dengan semangat ini bisa membawa TBM Anfat dan minat baca masyarakat semakin meningkat.amiin.

http://Baca Juga :http://www.infofajar.com/ratusan-anak-paud-dan-tk-meriahkan-lomba-mewarnai/

Pesan dariku,  jika semakin banyak organisasi yang diikuti maka semakin banyak pula ilmu yang didapat. Namun dari semua itu, pilihlah salah satu yang menjadi prioritas. Dan aku memilih Taman Bacaan Masyarakat sebagai yang utama. Harapannya adalah kedepan lebih maju lagi dengan TBM Anfat yang saya kelola, amiin.

Salam Literasi!

Baca Terus, Terus Berkarya!

Penuli : Fajar Pujianto

RATUSAN ANAK PAUD DAN TK MERIAHKAN LOMBA MEWARNAI

SUMPIUH- Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional pada Tanggal 2 Mei, dan juga memperingati Bulan Buku Nasional ratusan siswa PAUD dan TK di Kecamatan Sumpiuh ramai-ramai mengikuti lomba mewarnai di Taman Kota Sumpiuh, Senin (1/5/2017). Kegiatan tersebut diadakan oleh Griya Baca Jelita (Jendela Literasi Tanah Air) Kebokura Kecamatan Sumpiuh.

                                     Hadiah

Salah satu tujuan untuk mengenalkan TBM kepada anak-anak PAUD dan TK serta masyarakat sekitar di Lingkungan Kecamatan Sumpiuh. Lomba Mewarnai sendiri dibuka langsung oleh pendiri Griya Baca Jelita, Any Anggorowati.

Turut hadir Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas, Forum TBM Kabupaten Banyumas, Polsek Sumpiuh, Karangtaruna Kecamatan Sumpiuh, Pemuda Pancasila, Aparat Kelurahan Kebokura, dan masyarakat sekitar.

      Peserta Mengikuti Lomba

Any Anggorowati menyampaikan dengan adanya Griya Baca Jelita diharapkan mampu menumbuhkan minat baca pada masyarakat khususnya di Kecamatan Sumpiuh dan sekitarnya. “Taman Bacaan Masyarakat memang banyak berdiri namun masih belum ada gebrakan yang membuat hati masyarakat itu sendiri untuk mau membaca. Untuk itu Griya Baca Jelita ‘Jendela Literasi Tanah Air’ mengadakan Lomba Mewarnai di Taman Kota Sumpiuh. Kegiatan tersebut kami adakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional pada Tanggal 2 Mei, dan juga memperingati Bulan Buku Nasional,” tandasnya usai kegiatan.

Guna memasyarakatkan Taman Baca kepada masyarakat, dalam kegiatan tersebut  mendatangkan Mobil Pusling dari Dinas Arpuda Kabupaten Banyumas.

“Diharapkan ibu-ibu wali murid, guru-guru dan pengunjung Taman Kota saat pelaksanaan Lomba Mewarnai, sambil menunggu berlangsungnya acara, masyarakat yang membanjiri Taman Kota Sumpiuh memanfatkan waktunya dengan membaca buku,” kata Any Anggorowati.

                  Mobil Keliling Perpustakaan

“Hari ini Taman Kota Sumpiuh, dipadati masyarakat, alhamdulillah kegiatan GBJ berjalan lancar, antuas masyarakat terhadap kehadiran mobil puslingpun luar biasa,” sambungnya.

Lebih dari itu, Any Anggorowati merasa terharu dan bahagia. Dia tidak akan berhenti dalam berjuang meningkatkan minat baca sampai titik darah penghabisan.

“Bisa mensosialisasikan TBM dengan tidak menyangka akan hadirnya ratusan pengunjung. Semoga selalu diberi kesehatan, rezeki dan tetap selalu didoakan. Terimakasih atas dukungan pegiat GBJ, mas Iwan Sanusi, mas Andri Setiawan, Ibu Eny Sugyarti, dan Keluarga terutama suami tercinta, Tri Hartono,” pungkasnya usai kegiatan.

                        Pemberian Hadiah

Iwan Sanusi selaku ketua ketua panitia mengatakan kegiatan tersebut berguna agar masyarakat lebih mengenal TBM, baik fungsi maupun  peranannya.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/website-desa-berbicara/

“Anak – anak akan memanfaatkan waktu di luar jam Sekolah dengan berkegiatan di TBM. Griya Baca Jelita yang dibuka dari pukul 13.00 sampe malam, ini banyak kegiatan yang dilakukan untuk merangsang pengunjung dan membuat pengunjung GBJ kerasan, nyaman, mendapat ilmu yang bermanfaat. GBJ ini berbasis seni, segala seni hampir dikuasai sehingga pengunjung banyak yang mendapat hiburan juga,” tandasnya.

Penulis : Fajar Pujianto

Tumbuhkan Kreatifitas Menulis

Seluruh Peserta, Pembedah dan Panitia

PURWOKERTO-Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan bertajuk Bedah Buku dan Proses Kreatif Menulis. Kegiatan tersebut diadakan di SD UMP Purwokerto, Ahad (2/4/2017).

Puluhan aktivis literasi yang tergabung dalam forum TBM Kabupaten Banyumas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu berbagai komunitas yang ada di Kabupaten Banyumas, seperti Forum Lingkar Pena dan Komunitas Penulis Artikel Karangalewas juga turut berpartisipasi.

Dimas, pertama dari kiri

Hadir sebagai pembedah Dimas Indriyanto, penulis yang sekaligus dosen muda IAIN Purwokerto. Indra Devandra, penulis sekaligus penerbit buku turut memeriahkan acara tersebut. Bedah buku kali ini adalah membedah buku yang berjudul Kita Guru yang Dinanti karya bapak Riyadi (penulis sekaligus kepala SDN 1 Kediri, Karanglewas) dan Tomas Utomo (penulis sekaligus guru SD UMP Purwokerto).

Dimas Indriyanto selaku pembedah buku pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa menulis bukan merupakan bakat setiap orang. “Menulis itu bukan bakat. Tapi suatu hal yang jika istiqomah melakukannya maka kita akan menjadi penulis hebat,” kata Dimas yang pernah meraih penghargaan sebagai pemuda berprestasi bidang pendidikan seni dan budaya oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

“Jangan memikirkan apa yang akan ditulis. Tapi tulislah apa yang kau pikirkan,” sambung Indra Devandra yang juga sebagai penulis lagu dan penerbitan buku.

Riyadi juga mengatakan menjadi penulis itu asyik karena bisa berteriak sepuas hati. “Ya, seringkali berteriak pada sesuatu yang ingin disuarakan. Namun tidak mampu tersampaikan secara langsung.” Kata Riadi yang juga sebagai ketua Kompak.

Pemaparan

“Teriakan itu bisa berkaitan erat dengan suatu hal yang menjadi momok ketidakadilan. Fenomena ketidaklaziman yang sudah menjadi santapan umum ataupun sebuah pernyataan kritis yang belum terjawab,” sambungnya.

Tomas Utomo menambahkan bahwa menjadi penulis yang sensitif akan membuat lebih mudah untuk mengemas dengan cantik apa yang dilami menjadi sebuah tulisan.  “Seorang penulis memiliki kemampuan untuk membahas perasaannya. Paham betul apa yang sedang dialaminya dan bagaimana mengungkapkan apa yang dirasakan dalam bentuk tulisan,” tutur Totok Utomo, penulis yang sudah mempunyai 5 buku karya miliknya.

Panitia beserta tamu undangan

Fajar Pujianto selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan Bedah Buku  dan Proses Kreatif Menulis forum TBM Kabupaten Banyumas merupakan rangkaian kegiatan rutin forum TBM Kabupaten Banyumas. “Ini merupakan kegiatan keenam kalinya semenjak kami dibentuk. Kegiatan ini diharapkan bisa memotivasi para penulis pemula agar lebih kreatif lagi dalam menulis. Selain itu kegiatan ini juga sebagai wujud dedikasi kita terhadap masyarakat,” pungkasnya. (Fajar Pujianto/ Ketua Panitia Bedah Buku dan Proses Kreatif Menulis Forum TBM Kabupaten Banyumas)

 

FORUM TBM BANYUMAS TERUS BERGERAK

Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Banyumas dalam menjalankan misinya tidak lepas dari kreatifitas anggota yang ada di dalamnya.

Pada bulan Maret ini, FTBM Banyumas yang dikomandoi oleh Bapak Heru Kurniawan kembali bergerak dan berkreasi dengan mengadakan kegiatan.

Sebelumnya, FTBM Banyumas pernah mengadakan berbagai kegiatan, antara lain :

Pertama, Pelatihan Manajemen TBM di Perpusarda. Kedua, Festival Dongeng TBM Banyumas di Kalbamas. Ketiga, Workshop Kepenulisan di SKB Purwokerto. Keempat, Seminar Membangun Jejaring di OJK Purwokerto, dan kelima Seminar Kerelawanan di Dinas Pendidikan Kab. Banyumas.

Kali ini, kegiatan keenamnya adalah BEDAH BUKU PERDANA .

Bedah buku ini akan mengupas tuntas hasil karya Bapak Riyadi dan Thomas Utomo, anggota Forum TBM Banyumas yang penuh dengan kreatifitas.

Kita akan duduk bersama, mendiskusikan berbagai hal tentang pembuatan sebuah karya, penulisan diberbagai media, cara memulai penulisan bagi pemula, sampai ke dalam proses pembukuan.

Nah bgaimana agar bisa seperti mereka?

Andalah yang kami butuhkan untuk mengambil bagian dalam perubahan bangsa ini. Bangsa yang penuh dengan karya.

Segera daftar, silakan hubungi kontak person yang tersedia. (*)

Antara Fati’ah Fidiyanti dan Rumah Baca Asmanadia Sumbang

 

SUMBANG- Dewasa ini anak-anak mulai terjangkit virus-virus yang ada di televisi maupun media sosial lainnya. Salah satunya yakni semakin alaynya mereka disetiap tingkah laku maupun penampilan setiap hari.

Melihat kondisi seperti ini, Fati’ah Fidiyanti seorang karyawan swasta salah satu restaurant di Purwokerto tidak tinggal diam. Perempuan kelahiran Banyumas 26 tahun tepatnya tanggal 12 Agustus 1990 ini merintis sebuah rumah baca di tempat tinggalnya. Keterbatasan dana membuat ia berpikir keras untuk mendirikan rumah baca tersebut. Setelah mencari informasi lewat media sosial, ketemulah denan Tim Rumah Baca Asmanadia, sebuah rumah baca di bawah Asmanadia pusat di Jakarta.

(Fati’ah Fidiyanti yang terkenal “kegapyakannya’)

Bertempat di rumahnya desa Tambaksogra RT 03 RW 01 kecamatan Sumbang, Banyumas Rumah Baca Asmanadia ini didirikan. Bertepatan tanggal 22 Mei 2016, RBA (Rumah Baca Asmanadia Rumah Baca Asmanadia ) Sumbang diresmikan oleh kepala desa setempat dan disaksikan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, sekolah terdekat dan juga masyarakat sekitar.

Rupanya Fati’ah Fidiyanti tidak sendirian dalam berjuang. Dengan ditemani sahabatnya, ia mengadakan kegiatan pertamanya yaitu pelatihan penulisan yang dihadiri langsung oleh Widia Berlian Alkalabi, beliau adalah salah satu penulis best seller “Aku Tak Menyerah” yang juga sahabat Asmanadia. Kegiatan ini juga yang mempertemukannya dengan teman-teman semasa sekolah yang akhirnya jadi relawan RBA Sumbang.

Fati’ah Fidiyanti, ingin ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga mensukseskan Gerakan Indonesia Membaca di Kabupaten Banyumas khususnya di lingkungannya ia tinggal. “saya hanya lulusan SMK kerjapun bukan di lingkungan pendidikan, tapi saya ingin ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensukseskan GIM di lingkungan maupun di kabupaten ini bersama para sahabat melalui Rumah Baca Asmanadia Sumbang”. Jelasnya.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/guna-melaksanakan-program-kerjanya-rumah-baca-kartini-gaet-aktivis/

Rupa-rupanya semangatnya kian membara setelah berdatangan pegiat-pegiat literasi dari kabupaten Banyumas, seperti Bapak Fuad Arifin dan Tim dari Perpusarda Kabupaten Banyumas. Sedangkan dari luar kabupaten Banyumas yakni Bapak Ridwan Sururi dari Purbalingga yang terkenal dengan kuda bacanya. Akhir-akhir ini bersama perwakilan SD dan SMP dengan perpustakaan terbaik di kabupaten Banyumas, mereka berkesempatan berkunjung ke perpustakaan nasional (Perpusnas) RI di Jakarta guna mendapatkan bantuan buku-buku bacaan.

(Kedatangan Bapak Fuad Arifin dan Tim dari Perpusarda Banyumas memberi semangat tersendiri bagi mereka)

“Alhamdulillah kami didatangi orang-orang hebat pegiat literasi, kami juga kemarin dari Perpusnas RI guna mendapat bantuan buku bersama satu SD dan satu SMP terbaik dalam bidang perpustakaan di Kabupaten Banyumas”. Katanya.

Kegiatan rutinitas di RBA tidak hanya peminjaman buku, membaca dan menggambar, tetapi ada kegiatan lainnya seperti kelas memasak, folding balon, games, kreasi botol bekas, lapak baca, dan kampung membaca.

(Salah satu hasil karya anak-anak RBA Sumbang)

“Kami mempunyai kegiatan rutinitas yaitu peminjaman buku, membaca dan menggambar. Sedangkan untuk kegiatan lainya yakni kelas memasak, folding balon, games, kreasi botol bekas, lapak baca, dan kampung membaca.” Katanya sembari menunjukkan beberapa hasil kreasi anak-anak RBA Sumbang.

                   (Lapak Baca di Purwokerto)

“untuk kegiatan lapak baca kami pernah melakukannya di alun-alun Purwokerto dan beberapa tempat umum lainnya, sedangkan untuk kampung membaca kami adakan di desa kami dan desa-desa sekitar.” Imbuhnya.

RBA Sumbang dibuka setiap hari mulai jam 15.00 sampai 17.00 WIB, sedangkan untuk hari minggu dibuka mulai jam 08.00-17.00 WIB. Khusus untuk hari minggu digunakan untuk berbagai kegiatan.

GUNA MELAKSANAKAN PROGRAM KERJANYA, RUMAH BACA KARTINI GAET AKTIVIS

Khusnul Khotimah Beserta Camat Karanglewas

BANYUMAS-Khusnul Khotimah (24), wanita kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 04 Mei 1992 ini telah mendirikan Rumah Baca Kartini 5 bulan yang lalu, (22/10/2016). Rumah Baca Kartini sendiri terletak di desa Karangkemiri RT 02 RW 01 Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat ini, Rumah Baca Kartini tengah menjalankan visi misinya.

Dengan visi Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berwawasan Luas, Cerdas dan Berakhlakul Karimah. Guna mewujudkan visi misinya, Rumah Baca Kartini membuka Bimbingan Belajar, Kursus Bahasa Inggris dan Kelas Menulis yang disediakan secara gratis.

Rumah Baca Kartini Tampak Depan

“Kami ingin anak-anak di desa bisa memanfaatkan waktunya untuk belajar dan bermain di Rumah Baca Kartini. Menciptakan lingkungan yang positif merupakan salah satu motivasi agar anak-anak mau belajar,” ungkapnya.

Bimbingan belajar (bimbel) dibuka setiap hari Senin dan Selasa untuk usia TK, dengan program CALISTUNG (Baca Tulis Hitung). Setiap hari Rabu dan Kamis digunakan untuk anak SD kelas 1 dan 2. Dan setiap hari Kamis dan Jum’at malam digunakan untuk bimbingan belajar kelas 3 SD sampai SMP.

Adapun kegiatan kelas menulis, dilaksanakan setiap hari Jum’at. Sedangkan kursus bahasa Inggris dilaksanakan setiap hari Minggu.

Kegiatan Bimbingan Belajar

“Kegiatan bimbel dibantu oleh remaja desa dan komunitas Bina Ceria dari Unsoed. Selain itu, ada juga aktifis organisasi berjiwa sosial yang tinggi sebagai tutor.  Karena semua tutor tidak ada yang mendapat bayaran,” kata Khusnul Khotimah.

“Dengan adanya bimbingan belajar, banyak anak yang tadinya tidak mau mengaji, jadi rajin berangkat mengaji. Karena bimbingan belajar dilaksanakan usai kegiatan mengaji,” sambungnya.

Rumah Baca Kartini membagi program kerja dalam beberapa golongan. Sesuai dengan sumber daya yang ada, dibedakan menjadi 3, yaitu : anak-anak, remaja, dan dewasa dan orang tua.

Kategori Anak-anak

Kategori anak-anak yaitu kegiatan bimbingan belajar dan kelas menulis. Selain bimbingan belajar, kursus bahasa Inggris, dan kelas menulis, untuk kategori remaja remaja sedang membuat Majalah Dinding (Mading). Mading tersebut berguna untuk menampilkan hasil karya anggota Rumah Baca Kartini dan memberikan informasi terkini. Dan akan diupdate setiap dua minggu sekali. Adapun konsepnya dibuat setiap seminggu sekali sesuai dengan tema oleh relawan Rumah Baca Kartini.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/pegiat-literasi-kabupaten-banyumas-ikuti-workshop-automasi-perpustakaan/

Sedangkan untuk kategori dewasa dan orangtua, masih dalam proses perencanaan oleh pengurus dan relawan.

Pengunjung Rumah Baca Kartini setiap harinya mencapai 40 orang.

“Harapan kami dengan banyaknya kegiatan di Rumah Baca Kartini, masyarakat mempunyai antusias untuk berkunjung dan dapat meningkatkan minat baca masyarakat,” pungkasnya. (Fajar Pujianto/ Pegiat Taman Baca Banyumas)