GUNA MELAKSANAKAN PROGRAM KERJANYA, RUMAH BACA KARTINI GAET AKTIVIS

Khusnul Khotimah Beserta Camat Karanglewas

BANYUMAS-Khusnul Khotimah (24), wanita kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 04 Mei 1992 ini telah mendirikan Rumah Baca Kartini 5 bulan yang lalu, (22/10/2016). Rumah Baca Kartini sendiri terletak di desa Karangkemiri RT 02 RW 01 Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat ini, Rumah Baca Kartini tengah menjalankan visi misinya.

Dengan visi Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berwawasan Luas, Cerdas dan Berakhlakul Karimah. Guna mewujudkan visi misinya, Rumah Baca Kartini membuka Bimbingan Belajar, Kursus Bahasa Inggris dan Kelas Menulis yang disediakan secara gratis.

Rumah Baca Kartini Tampak Depan

“Kami ingin anak-anak di desa bisa memanfaatkan waktunya untuk belajar dan bermain di Rumah Baca Kartini. Menciptakan lingkungan yang positif merupakan salah satu motivasi agar anak-anak mau belajar,” ungkapnya.

Bimbingan belajar (bimbel) dibuka setiap hari Senin dan Selasa untuk usia TK, dengan program CALISTUNG (Baca Tulis Hitung). Setiap hari Rabu dan Kamis digunakan untuk anak SD kelas 1 dan 2. Dan setiap hari Kamis dan Jum’at malam digunakan untuk bimbingan belajar kelas 3 SD sampai SMP.

Adapun kegiatan kelas menulis, dilaksanakan setiap hari Jum’at. Sedangkan kursus bahasa Inggris dilaksanakan setiap hari Minggu.

Kegiatan Bimbingan Belajar

“Kegiatan bimbel dibantu oleh remaja desa dan komunitas Bina Ceria dari Unsoed. Selain itu, ada juga aktifis organisasi berjiwa sosial yang tinggi sebagai tutor.  Karena semua tutor tidak ada yang mendapat bayaran,” kata Khusnul Khotimah.

“Dengan adanya bimbingan belajar, banyak anak yang tadinya tidak mau mengaji, jadi rajin berangkat mengaji. Karena bimbingan belajar dilaksanakan usai kegiatan mengaji,” sambungnya.

Rumah Baca Kartini membagi program kerja dalam beberapa golongan. Sesuai dengan sumber daya yang ada, dibedakan menjadi 3, yaitu : anak-anak, remaja, dan dewasa dan orang tua.

Kategori Anak-anak

Kategori anak-anak yaitu kegiatan bimbingan belajar dan kelas menulis. Selain bimbingan belajar, kursus bahasa Inggris, dan kelas menulis, untuk kategori remaja remaja sedang membuat Majalah Dinding (Mading). Mading tersebut berguna untuk menampilkan hasil karya anggota Rumah Baca Kartini dan memberikan informasi terkini. Dan akan diupdate setiap dua minggu sekali. Adapun konsepnya dibuat setiap seminggu sekali sesuai dengan tema oleh relawan Rumah Baca Kartini.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/pegiat-literasi-kabupaten-banyumas-ikuti-workshop-automasi-perpustakaan/

Sedangkan untuk kategori dewasa dan orangtua, masih dalam proses perencanaan oleh pengurus dan relawan.

Pengunjung Rumah Baca Kartini setiap harinya mencapai 40 orang.

“Harapan kami dengan banyaknya kegiatan di Rumah Baca Kartini, masyarakat mempunyai antusias untuk berkunjung dan dapat meningkatkan minat baca masyarakat,” pungkasnya. (Fajar Pujianto/ Pegiat Taman Baca Banyumas)

Pegiat Literasi Kabupaten Banyumas, Ikuti Workshop Automasi Perpustakaan

Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas mengadakan Workshop Automasi Perpustakaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at (17/3/2017), atas kerjasama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Banyumas.

Workshop Automasi Perpustakaan diikuti oleh 20 peserta. Masing-masing peserta berasal dari berbagai instansi, baik formal maupun non formal. 20 peserta tersebut antara lain berasal dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Sanggar Kegiatn Belajar (SKB), Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah, dan Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Banyumas.

Peserta dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Banyumas berfoto bersama para pemateri

Hadir sebagai nara sumber, Djoko Prasetyo, Aris Kurniawan, dan Faturrohman Rosidi. Mereka adalah pustakawan yang sudah mahir dibidangnya.

Fuad Arifin selaku Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas,  yang diiwakili oleh Ririn selaku Kepala Seksi Pengembangan dan Kerjasama Perpustakaan dalam sambutannya mengatakan, perlunya peningkatan kompetensi pustakawan pada masing-masing instansi.

“Tujuan Workshop Automasi Perpustakaan adalah dalam rangka meningkatkan kompetensi petugas perpustakaan pada masing-masing instansi. Baik di Sekolah, Perguruan Tinggi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), maupun di Sanggar Kelompok Belajar (SKB),” pungkasnya.

Djoko Prasetyo dalam pemaparannya mengatakan, Senayan Library Management System  (SliMS) merupakan perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan sumber terbuka yang dilisensikan di bawah GPL v3.

”Aplikasi web yang dikembangkan dengan menggunakan PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Jadi aplikasi ini membantu pustakawan dalam menyalesaikan pekerjaannya,” kata dia.

Baca Juga : http://www.infofajar.com/3-langkah-sukses-menghadapi-ujian/

“Untuk memudahkan interaktivitas pengguna, aplikasi ini memakai teknologi AJAX untuk tampilannya di peramban. Genbarcode untuk pembuatan barcode. PhpThumb untuk menampilkan gambar. Dan tinyMCE untuk menyunting teks berbasis web,” jelasnya dalam pemaparan materi. (Fajar Pujianto/ Pegiat Taman Baca Kabupaten Banyumas)