CAMAT KARANGLEWAS RESMIKAN RUMAH BACA KARTINI

KARANGLEWAS-Ratusan warga dusun Kedungpugur Desa Karangkemiri Kecamatan Karanglewas antusias menyaksikan tamilan anak-anak di panggung. Acara Halal Bihalal Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurbarokah dan Peresmian Rumah Baca Kartini diadakan oleh pihak Rumah Baca Kartini dan TPQ Nurbarokah di halaman Rumah Baca Kartini Desa Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/7/2017).        Continue reading “CAMAT KARANGLEWAS RESMIKAN RUMAH BACA KARTINI”

SISWA MA AL-HIDAYAH PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS LATIHAN MENULIS

Kemarin (12/6) merupakan momen berharga dan terindah ketika saya berbagi tentang kepenulisan kepada para siswa MA Al-Hidayah Purwojati. Para siswa ini rerata adalah santri yang menghuni pondok pesantren sekitar, yaitu Al-Hidayah. Mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan seperti diusung oleh suatu media cetak yang tersebar juga di kabupaten Banyumas, yaitu Gerakan Santri Menulis. Perlu diketahui, kegiatan Gerakan Santri Menulis di kabupaten Banyumas tahun 2017 secara simbolik dibuka langsung oleh Bupati Banyumas. Kegiatan tersebut diadakan di Pondok Pesanren As-Sunniyyah Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja, Ahad (11/6). Jadi jika dikaitkan pelatihan semacam ini membantu mewujudkan santri yang bisa menulis.

Foto diambil di jembatan gantung dekat Pondok Pesantren As-Sunniyyah Sokaraja

 

Jika kita melihat lebih jauh, para santri ini tentunya sudah dibekali dengan ilmu agama dan umum yang begitu banyak. Jika mereka rajin menulis secara otomatis akan menghasikan bibit-bibit unggul seorang penulis yang hebat. Kita tahu para pendahulu yang sudah menciptakan berbagai karya berupa kitab dan lain sebagainya yang sampai sekarang masih dipeajari. Sehingga diharapkan para santri ini mampu menulis dan memiliki sebuah karya yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada pihak sekolah, dalam hal ini kepala, guru, dan karyawan, serta mahasiswa IAIN Purwokerto yang sebelumnya mengisi beberapa kegiatan di sekolah tersebut.

Saya sangat berharap setelah kegiatan ini mereka mempunyai wawasan tentang kepenulisan dan juga mempunyai sebuah karya yang bisa dibanggakan.

GP Ansor Kecamatan Karanglewas Adakan Konferancab

                             Sebagian Peserta dan Panitia

KARANGLEWAS-Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Karanglewas di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Pasir Kulon Kecamtan Karanglewas, Sabtu (4/6/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Kecamatan Karanglewas, Polsek Karanglewas, Kepala Desa Pasir Kulon, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karanglewas, Muslimat NU Kecamatan Karanglewas, PAC Fatayat NU Kecamatan Karanglewas, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Karanglewas, dan tamu undangan lainnya.

Hadir pula sebagai dewan komisioner Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Propinsi Jawa Tengah, Teguh Iman Darus Jami’ . Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banyumas.

Adapun sebagai peserta kegiatan adalah berasal dari Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) se Kecamatan Karanglewas yang diwakili masing-masing lima anggota. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Karanglewas, H. Mahmudi.

Maksud dari kegiatan tersebut adalah untuk memilih ketua terbaru, yang dikarenakan kepengurusan lama sudah berakhir masa jabatannya.

Ahmad Fauzi selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karanglewas demisioner mengatakan ketetapan pemilihan ketua yaitu sesuai peraturan rumah tangga GP Ansor, yaitu hasil konggres ke XV tahun 2015 di Yogyakarta pada pasal 23.

“Berdasarkan aturan yang ada maka ditetapkan 5 bakal calon yang menduduki kursi calon ketua. Mereka adalah yang sudah mengikuti PKD dan Susbalan,” katanya dalam penanggapan tata tertib.

PW, PC, PAC, dan Ketua Terpilih

“Dari lima bakal calon, ada dua yang sedang bertugas sebagai Pos Pengamanan Banser, sedangkan yang satu batas usia sudah melebihi ketentuan, dan satunya lagi mengundurkan diri dikarenakan masih tahap pengenalan dalam organisasi Ansor yang sebelumnya aktif di oranisasi IPNU. Oleh karena itu maka secara aklamasi ditetapkan satu orang calon ketua yang sekaligus menjadi ketua terpilih,” imbuhnya.

Teguh Iman mengungkapkan, bahwa organisasi Ansor merupakan organisasi kader, jadi kegiatan tersebut secara otomatis menjadi bentuk pengkaderan terhadap generasi mendatang. Selain itu masalah tanggung jawab menjadi hal yang utama mengingat berbagai persoalan yang terjadi saat ini.

Selain Wisata Jasmani, Baturraden Juga Menampilkan Wisata Literasi dengan Hadirnya TBM Rumah Cendekia

“Adanya media sosial beberapa dijadikan alat profokasi dan adu domba, seperti yang terjadi belakangan ini pada beberapa situs yang menyerupai NU. Kelompok ini cenderung ribut dan tidak bisa apa-apa  untuk musyawarah. Maka, adanya Banser harus pergunakan yang positif,” katanya.

“Dilihat dari segi ekonomi, setelah diteliti ternyata generasi sekarang lebih senang bebas tanpa terikat, artinya menginginkan mempunyai usaha sendiri. Diharapkan organsasi Ansor di Kecamatan Karanglewas mempunyai kemandirian dalam ekonomi,” ungkapnya.

Profil Ketua Terpilih, M. Syarifudin

Terpilihnya Syarifudin sebagai ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karanglewas, tidak lepas dari peranan dan pengalamannya dalam berorganisasi. Syarifudin merupakan mantan ketua PAC IPNU Kecamatan Karanglewas dan ketua PC IPNU Kabupaten Banyumas beberapa tahun  yang lalu. Selain itu dedikasinya dalam dunia pendidikan menempatkan ia pada sebuah madrasah di desa Singasari tempat ia tinggal, MI Ma’arif NU Singasari.

“Apresiasi diwujudkan kepada anggota Ansor sebagai organisasi kader dengan hadirnya Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Karanglewas. Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridlo dari Alloh SWT,” pungkas Teguh menutup acara. (Fajar Pujianto/ Pengurus GP Ansor Ranting Babakan Anak Cabang Karanglewas Cabang Banyumas)

 

 

 

MI MA’ARIF NU 2 LANGGONGSARI ADAKAN WISUDA

Wisudawan dan wisudawati berfoto bersama guru

Masyarakat grumbul Pliken Desa Langgogsari dan desa Pageraji kecamatan Cilongok berbondong-bondong menuju MI Ma’arif NU 2 Langgongsari Kecamatan Cilongok. MI Ma’arif NU 2 Langgongsari hari ini (23/5/2017) mengadakan kegiatan wisuda dan pelepasan siswa-siswi kelas VI. Kegiatan tersebut mengusung tema kerohanian dan kebudayaan. Wisuda dan pelepasan siswa-siswi kelas VI bertempatkan di halaman MI Ma’arif NU 2 Langgongsari dan diikuti oleh ratusan pengunjug.

Turut hadir dalam acara Pemerintah Desa Langgongsari, jajaran pengurus NU, Muslimat, Ansor, Banser, Fatayat, dan IPNU-IPPNU Ranting Pliken desa Langgongsari, TK Diponegoro 62 Langgongsari, TK Diponegoro 30 Pageraji, dan tokoh masyarakat sekitar, serta warga desa Langgongsari dan Pageraji.

Acara tersebut diawali dengan iring-iringan wisudawan dan wisudawati kelas VI diiringi Marching Band ‘Gita Mandala’, 250 siswa, wali murid, serta masyarakat sekitar.

Balutan pertunjukan dari masing-masing kelas turut memeriahkan acara tersebut. Mulai dari seni baca Al-Qur’an, seni tari, puisi, oleh vokal, paduan suara, dan beberapa penampilan lainnya. Selain itu penampilan dari TK Diponegoro 62 Langgongsari turut memeriahkan acara. Mereka menampilkan Drumband dan tarian tradisional.

Selain tampilan yang disajikan, kegiatan tersebut juga mengapresiasi para peserta lomba yang berhasil meraih juara baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Wali murid kelas VI juga memberikan kenang-kenangan untuk MI Ma’arif NU 2 Langgongsari.

Tradisi Sungkem

Tradisi Sungkem juga menjadi tradisi yang setiap tahun disajikan dalam kegiatan tersebut. yaitu mencium tangan kanan para guru dan wali murid yang dilakukan oelh siswa kelas VI. Selain tradisi sungkem, nyanyian lagu-lagu NU juga disajikan dalam kegiatan tersebut.

Adib Khusen selaku kepala MI Ma’arif NU 2 Langgongsari mengatakan, kegiatan itu bertujuan melepas siswa-siswi kelas VI MI Ma’arif NU 2 Langgongsari untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Dia tidak ingin berhenti samapai MI saja, karena wajar pendidikan sekarang adalah 12 tahun.

“Siswa-siswi kelas VI MI Ma’arif NU 2 Langgongsari haruslah melanjutkan sekolah sampai minimal SLTA, karena pendidikan sekarang minimal 12 tahun. Oleh karena itu mereka dilepas dari sini agar melanjutkan sekolah di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Dalam sambutannya, dia menjelaskan bahwa MI Ma’arif NU 2 Langgongsari melepas 32 siswa-siswi dan sudah mendapat pendaftar sejumlah 43 calon siswa dari TK.

“Kami lepas 32 siswa MI Ma’arif NU 2 Langgongsari, dari yang semula 250 siswa dikurangi 32 siswa. Akan tetapi hingga saat ini sudah mendapat pendaftar sejumlah 43 calon siswa. Itu artinya akan ada tambahan ruang kelas baru lagi. Semetara pada tahun ajaran yang lalu, MI Ma’arif NU 2 Langgongsari kurang 1 kelas dan menggunakan ruang perpustakaan. Jadi pada tahun ajaran 2017/2018 MI Ma’arif NU 2 Langgongsari kurang dua kelas baru. Dan ini menjadi pekerjaan tersendiri bagi pengurus dan komite serta seluruh warga MI Ma’arif NU 2 Langgongsari agar kedepan mempunyai ruang kelas baru,” jelas dia.

Harapan kedepannya adalah para siswa kelas VI usai diwisuda dan dilepas hanya akan meninggalkan raganya saja, sementara hatinya masih untuk almamater, MI Ma’arif NU 2 Langgongsari.

 

Penulis : Fajar Pujianto

PERINGATI HARI KARTINI, RATUSAN SISWA MI MA’ARIF NU 2 LANGGOGSARI SHOLAT DHUHA DI HALAMAN MADRASAH

 

Lain dari pada yang lain itulah kegiatan yang dirancang oleh jajaran panitia peringatan hari Kartini MI Ma’arif NU 2 Langgongsari kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini MI Ma’arif NU 2 Langgongsari mengadakan peringatan hari kartini dengan bertajuk Peringatan Hari Kartini untuk Indonesia yang Lebih Damai. Kegiatan tersebut bebarengan dengan peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara tersebut diawali dengan Ceramah, dilanjut dengan sholat Dhuha berjama’ah, Istighosah, Pembacaan Albarzanji, dan makan bersama.

Kegiatan tersebut diadakan di halaman MI Ma’arif NU 2 Langgongsari, Jum’at (21/4/2017). Adapun pesertanya yaitu 250 siswa-siswi, 15 guru, dan 32 wali murid kelas 6 MI Ma’arif NU 2 Langgongsari.

Adib Khusen selaku kepala MI Ma’arif NU 2 Langgongsari mengatakan bahwa, kegiatan tersebut diadakan oleh panitia dari elemen guru yang diberi SK tersendiri. Dari tahun ke tahun peringatan hari Kartini di MI Ma’arif NU 2 Langgongsari dibuat berbeda. Karena berdekatan dengan Isra’ Mi’raj maka peringatan hari Kartini dibarengkan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Dalam rangka memperingati hari kartini mudah-mudahan pendidikan dengan adanya kaum ibu yang dikatakan mayor bisa lebih maju, baik dimasa sekarang maupun yang akan datang, karena ibu merupakan sumber dari pengetahuan pendidikan,” harapnya.

“Dengan adanya peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan ada perubahan lebih baik dibidang pendidikan yang ada di Madrasah, baik kedisiplinan, ketertiban, dan lain sebagainya terkait dengan pembelajaran,” sambung Adib Khusen.

“Semoga ada yang bermanfaat yang bisa diambil dari kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Penulis : Fajar Pujianto

IPPNU BANYUMAS MELAJU KE TINGKAT PROPINSI PADA AJANG OKB

Pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Banyumas

PUROKERTO-Mendapat sebuah prestasi tentu menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Apalagi bila prestasi tersebut didapat secara bersama-sama dalam sebuah organisasi. Tentu, seluruh elemen organisasi menjadi merasa bangga dibuat olehnya. Hal tersebut tidak lepas dari peran para aktivis di dalamnya, mulai dari anggota sampai jajaran struktural organisasi maupun simpatisan.

Khusnul Khotimah Memberikan Paparannya

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ‘Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas membuktikan diri menjadi yang paling berprestasi diantara 9 organisasi pemuda di Kabupaten Banyumas. Kegiatan  tersebut dinamakan ‘Pemilihan Organisasi Kepemudaan (OK) Berprestasi Kabupaten Banyumas’ tahun 2017. Sebagai penyelenggara Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan tersebut. Selama tiga hari kegiatan tersebut dilaksanakan, yaitu tanggal 10-12 April 2017. Pemaparan dan pemberian penghargaan tanggal 12 April 2017 di Aula Bappedalitbang Kabupaten Banyumas. Sementara hari sebelumnya, adalah penilaian sekretariat.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/tumbuhkan-kreatifitas-menulis/

Salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan Pemilihan Organisasi Kepemudaan berprestasi ini adalah Organisasi Kepemudaan (OK) harus memiliki program / kegiatan unggulan yang kreatif, inovatif serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut sudah dibuktikan dengan berbagai kegiatan IPPNU mulai dari ranting sampai cabang di kabupaten Banyumas.

Penyampaian Visi Misi

Setelah dilakukan penilaian berdasarkan Administrasi, Keuangan, Faktual Lapangan dan Program Kerja Unggulan dari seluruh peserta, akhirnya di putuskan sebagai pemenang atau juara pada kegiatan Pemilihan Organisasi Kepemudaan (OK) berprestasi Kabupaten Banyumas tahun 2017, dengan nilai 3.074 IPPNU Kabupaten Banyumas berhak memperoleh juara 1 pada gelaran tersebut. sementara ST3 Telkom Purwokerto memperoleh juara 2, dan Banyumas Muda Kecamatan Banyumas mendapat juara 3.

http://Baca Juga di Sini : http://fajarpujianto.blogspot.co.id/2017/04/ippnu-banyumas-juara-1-lomba-okp.html

Esti Kurniati melalui Khusnul Khotimah selaku ketua IPPNU Kabupaten Banyumas merasa bersyukur atas prestasi yang diraih bersama elemen organisasinya.

Pemberian Penghargaan

“Alhamdulillahirabbil’alamin, teruntuk ibuku tercinta yang selalu mendoakanku, dan rekanita IPPNU se Kabupaten Banyumas yang selalu setia menemani dan memperjuangkan organisasi IPPNU. Berkat doa dan dukungan yang tulus dari semua, kami bisa meraih juara 1 tingkat Kabupaten Banyumas,” tuturnya setelah kegiatan.

 

Dia berharap agar capaiannya diridloi oleh Allah SWT dan mendapat keberkahan.

“Semoga apa yang kami dapatkan mendapat ridlo dari Allah SWT dan berkah fiddunya wal akhirah. Amin ya rabbal’alamin,” pungkas Khusnul Khotimah. (Fajar Pujianto/ CBP IPNU Kabupaten Banyumas)