SINERGI PEGIAT LITERASI KABUPATEN BANYUMAS DAN SEMARANG

Fajar Pujianto

Tidak terlalu direncana sebelumnya bakal bertemu dengan para pegiat literasi dari kabupaten Banyumas dan Semarang. Awalnya karena masih suasana lebaran dan ada saudara yang belum dikunjungi, akhirnya ku putuskan untuk bersilaturrahim ke tempat saudara yang rumahnya tidak jauh dari tempat pertemuan. Namun setelah kontak beberapa pegiat literasi yang berada tidak jauh dari kecamatan Sumpiuh, mereka bersedia untuk bertemu sekaligus ajang silaturrahim. Menjelang keberangkatan ada informasi bahwa akan ada pegiat literasi dari kabupaten Semarang yang bakal datang ke situ. Continue reading “SINERGI PEGIAT LITERASI KABUPATEN BANYUMAS DAN SEMARANG”

BERANI BERKARYA

Mendapat kepercayaan mengisi sebuah acara adalah suatu pengalaman berharga bagi diri sendiri. Besok selama 4 hari kedepan bersama mas Agus bakal berkolaborasi mengisi acara Pelatihan Kepenulisan. Wah, ini merupakan kesempatan yang langka, terutama bagi penulis pemula seperti saya ini.

Acara tersebut diadakan oleh SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang memang dkhususkan untuk siswa sekolah tersebut. Nampaknya, anak-anak muda sekarang kian gemar menulis ya, mereka saja mau belajar berhari-hari. Ya, betul sekali. Bukan hanya anak muda yang harus belajar. Melainkan semua orang. Belajar tidak mengenal batas usia.

Jadi, saya ucapkan terimakasih kepad pihak SMK-IT Ma’arif NU 1 Karanglewas yang bersedia mengadakan kegiatan. Harapannya adalah kedepan semakin banyak penulis di Kabupaten Banyumas, khususnya di kecamatan Karanglewas.

#Yang Muda yang Berkarya#Banyumas kota penulis#Literasi#TBM Anfat Desa Babakan

#Salah bulan, hehe

 

[Cernak] Pertengkaran Harimau dan Gajah

Pada suatu hari yang cerah, ada seekor harimau yang kelaparan. Semua binatang langsung bersembunyi agar tidak dimangsa harimau tersebut. Saat itu, terdengar suara tanah bergonjang. Terlihat seekor gajah. Harimau melihatnya. Ia lalu berkata : “Hai gajah! Aku akan menantangmu untuk melawan pasukan harimau.”

Mendengar perkataan itu, gajahpun setuju. Dengan satu syarat, jika pasukan harimau kalah, harimau itu pergi dari hutan. Tapi jika Pasukan gajah kalah, mereka harus disantap harimau itu.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

Pasukan gajah telah bersiap untuk melawan Pasukan harimau. Pasukan gajah telah bersembunyi. Melihat pasukan harimau datang, Pasukan gajah telah bersiap untuk melawan pasukan harimau yang sombong itu.

“Hai gajah! Keluarlah!”

Harimau mencari keberadaan gajah tersebut. Tetapi harimau tidak menemukannya.

Saat pimpinan harimau tersebut kembali ketempat semula. Dia tidak melihat harimau lainnya. Melihat hal tersebut, harimau agak sedikit gerogi.

Tidak lama kemudian, ia merasakan gonjangan tanah. Harimau melihat ada seekor gajah yang bersembunyi. Harimau bersiap untuk menerkam gajah tersebut. Harimau telah melompat ke arah gajah untuk membunuhnya. Tidak kena sasaran. Gajahpun membalasnya.

“Aaaaaaaaa…” teriak gajah bernada tinggi.

Perkelahianpun tidak dapat dielakkan lagi. Merasa semakin terancam, harimau mundur ke arah pohon yang ada durinya. Harimau mencoba menghentikan gading gajah yang semakin menusuk kepalanya. Tetapi tidak juga berhasil.

“Ampun gajah, aku menyerah,” pinta harimau merintih kesakitan.

“Baiklah, kau aku maafkan,” ucap gajah.

“Terimakasih gajah.” Ucap harimau semabari pergi meninggalkan hutan.

Begitulah, kesombongan dapat dikalahkan dengan kebaikan. Seperti harimau dengan gajah. Harimau yang sombong dapat dikalahkan dengan kebaikan gajah tersebut.

Penulis : Zain Sutrisno, Anggota TBM Anfat Desa Babakan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Selain Wisata Jasmani, Baturraden Juga Menampilkan Wisata Literasi dengan Hadirnya TBM Rumah Cendekia

Kegiatan Parenting di TBM Rumah Cendekia

BANYUMAS- Siapa sih yang tidak kenal kota ini? Baturraden merupakan sebuah kecamatan di ujung utara Kabupaten Banyumas. Kecamatan ini terletak di lereng Gunung Slamet. Gunung tertinggi se Jawa Tengah. Di sana menampilkan pemandangan yang luar biasa dengan berbagai objek wisata yang tentunya membuat hati kerasan. Hadirnya taman baca di kota tersebut membuat daya tarik semakin menjadi. Pasalnya ketika berkunjung ke taman baca tersebut bisa sekalian mengunjungi objek wisata yang ada di sana.

Tuti Sundari (Kanan Berkaca Mata)

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Cendekia namanya. Tidak jauh dari berbagai objek wisata, TBM ini hadir dan memberikan nuansa tersendiri di Baturraden. Berdiri pada tahun 2008 dengan dikomandoi oleh Tuti Sundari, TBM Rumah Cendekia kian hari kian memberikan dampak positif bagi masyarakat secara nyata. Hal ini dibuktikan dengan beragai kegiatan yang dilakukan untuk masyarakat itu sendiri.

Menurut penuturan dari Tuti Sundari selaku pendiri, pada awalnya dia memanfaatkan buku-buku sewaktu kuliah. Kemudian dia mengundang anak-anak sekitar untuk berkegiatan di rumahnya. Setelah itu barulah dia mengadakan kegiatan indoor dan outdoor. Alhasil anak-anak sekitar merasa kerasan belajar di TBM Rumah Cendekia Baturraden.

“Mereka kami ajak untuk belajar bersama di TBM, kemudian kegiatan-kegiatan lain, seperti mendongeng, kreasi membuat milkshake, nonton bareng, beres-beres buku, dan lain sebagainya. Selain itu kegiatan outdoor yang kami lakukan yaitu tadzabur alam. Pernah juga kami berkunjung ke bukit Arjuna, dan wisata air Dreamland di Ajibarang,” ungkap Tuti Sundari.

TBM Rumah Cendekia tidak pernah lelah dalam memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Awal 2017 TBM ini memberikan kegiatan terhadap ibu-ibu sekitar. Yaitu kegiatan parenting yang setiap bulan mereka lakukan.

“Setiap satu bulan sekali, kami melakukan kegiatan parenting bagi ibu-ibu sekitar. Kegiatan ini dihadiri oleh Meti Herawati seorang penulis buku best seller,” tandasnya.

Tuti Sundari dalam menjalankan visi-misinya tidak pernah luput dari peranan orang sekitar. Muhammad Iqbal Fauzi selaku suami selalu mensupport setiap kegiatan yang dilakukan oleh istrinya untuk TBM yang dikelola. Selain itu, beberapa relawan yang tergabung di TBM turut memberikan sumbangsihnya yang begitu besar terhadap kemajuan TBM tersebut. Para relawan juga diberikan beasiswa agar tetap terus melanjutkan pendidikannya sampai jenjang Universitas.

Relawan TBM Rumah Cendekia

“Bismillah mudah-mudahan kami bisa istiqomah. Alhamdulillah kami terus mensupport mereka agar terus mengenyam pendidikan, paling tidak sampai jenjang Universitas. Alhamdulillah juga kemarin ada yang bisa sampai kuliah. Semoga kami tetap mendapat keberkahan,” katanya kemarin menjelang acara Gebyarmas di IAIN Purwokerto.

http://Baca Juga : http://www.infofajar.com/mendapat-apresiasi-pegiat-literasi-tbm-banyumas/

TBM Rumah Cendekia beralamatkan di Desa Rempoah RT 04 RW 05 Nomor 27 Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Setiap berkegiatan, TBM Rumah Cendekia dihadiri oleh sekitar 20 pengunjung. Dan saat ini mempunyai 4 orang relawan di TBM Rumah Cendekia Baturraden.

 

Penulis : Fajar Pujianto

 

MENDAPAT APRESIASI PEGIAT LITERASI TBM BANYUMAS

Siapa sih yang tidak ingin mendapat penghargaan. Tentulah semua pasti menginginkan hal tersebut. ketika seseorang mendapat suatu penghargaan, itu merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap kinerjanya selama ini.

Hari ini, Ahad (7/5/2017) berkenaan dengan kegiatan Gerakan Budaya Gemar Membaca Kabupaten Banyumas (Gebyarmas) yang diadakan oleh Fokus PKBM Kabupaten Banyumas di IAIN Purwokerto, 20 pegiat literasi mendapat penghargaan tersebut.

Sepuluh diantara merupakan aktivis PKBM Kabupaten Banyumas dan sepuluh lainnya pegiat Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Banyumas. Dari sepuluh pegiat TBM, 5 diantaranya merupakan versi FTBM sementara 5 lainnya versi FPKBM.

                  Seluruh Pemegang Apresiasi

Alhamdulillah, dengan diiringi rasa syukur saya ucapkan terimakasih atas nikmat dan barokah yang tak terhingga dari Alloh SWT.

Yang pertama saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mas Fathur Rozak dan mab Khusnul Khotimah. Merekalah yang pertama mengajak saya untuk berkegiatan di TBM dan mereka selalu mensupport baik sebelum maupun sesudah mendirikan TBM sampai saat ini.

Bersama Ketua FTBM Banyumas, Heru Kurniawan

Yang kedua, saya ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Forum TBM Kabupaten Banyumas, Bapak Heru Kurniawan beserta rekan-rekan. Karena melalui wadah inilah, setiap hari dapat menyerap ilmu baru baik melalui grup ataupun dalam berkegiatan.

Yang ketiga, saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada mas Isrodin beserta jajaran panitia Gebyarmas yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan luar biasa. Banyak pelajaran yang saya dapat dari kegiatan ini. terimakasih jg atas penghargaan yang telah diberikan.

Yang keempat, saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada pihak sponsor, Bank Indonesia. Sukses terus, semoga semakin berjaya. Amiin.

Yang terakhir, saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman dari TBM Anfat Desa Babakan Kecamatan Karanglewas. Masih banyak yang di angan dan belum terealisasi. Semoga kedepan lebih baik lagi, amiin.

Forum TBM Banyumas saat berada di stand

Mohon maaf saya merasa belum bisa berbuat lebih agar minat baca mayarakat semakin meningkat. Hanya semangat yang aku punya. Mudah-mudahan dengan semangat ini bisa membawa TBM Anfat dan minat baca masyarakat semakin meningkat.amiin.

http://Baca Juga :http://www.infofajar.com/ratusan-anak-paud-dan-tk-meriahkan-lomba-mewarnai/

Pesan dariku,  jika semakin banyak organisasi yang diikuti maka semakin banyak pula ilmu yang didapat. Namun dari semua itu, pilihlah salah satu yang menjadi prioritas. Dan aku memilih Taman Bacaan Masyarakat sebagai yang utama. Harapannya adalah kedepan lebih maju lagi dengan TBM Anfat yang saya kelola, amiin.

Salam Literasi!

Baca Terus, Terus Berkarya!

Penuli : Fajar Pujianto