MENJADI PEMBINA EKSTRA KURIKULER KEPENULISAN

Ini tidak disangka sebelumnya. Ya, betul sekali. Tidak pernah menyangka bakal jadi seperti ini.

Seperti ini bagaimana?

Didunia kepenulisan, memang belum lama. Berawal dari bulan November tahun lalu. Ketika itu saya belajar jurnalistik. Saya belajar membuat sebuah berita pada seseorang melalui inbok pada akun media sosial, facebook.  Dari pembelajaran yang singkat itu, saya coba berlatih melalui kegiatan yang saya ikuti dan mencoba meliputnya.

Dari liputan itu saya coba kirim ke media massa, dan tulisan pertamaku diterima di sebuah media massa radio dan online. Senengnya luar biasa ketika itu. Berikutnya semakin semangat membuat berita kegiatan, diterima lagi di media massa, bertambah ke media cetak. Sampai akhirnya setiap kali ada kegiatan yang diikuti, saya tulis.

Pernah dipanggil seorang wartawan. Yupz, bukan hanya satu dua orang yang bilang demikian. Padahal aslinya bukan. Saya hanya belajar menulis saja, kalau tulisanku diterima di media massa ya alhamdulillah, kalau tidak ya tidak masalah. Yang penting sudah mencoba.

Sampai akhirnya bergabung pada sebuah komunitas. Di situ banyak belajar pada orang-orang hebat dan guru yang hebat pula, tidak asing lagi di dunia kepenulisan. Mulailah mengenal dan belajar sisi lain kepenulisan selain jurnalistik, yaitu non jurnalistik. Orang-orang hebat ini selalu menginspirasi. Bahkan sempat geram juga melihat tulisan teman-teman yang sering muncul di media. Dari situlah motivasi menulis saya semakin meningkat.

5 bulan menulis tanpa bayaran. Karena saya bukan wartawan, otomatis kala menulispun tidak ada bayaran dari pihak manapun. Saya hanya menyukai hobi yang baru saja. Meliput sana-sini tanpa ada bayaran, saya ikhlas. Ini hanya buat belajar saja. Barulah setelah gabung dengan komunitas itu, jadi tahu media massa yang memberikan honor dan yang tidak. Setelah itu saya coba googling, sebuah portal yang memberikan honor pada penulis. Hasilnya, kini menjadi kontributor pada beberapa portal.

Mendapat kepercayaan menduduki bagian pers pada beberapa organisasi. Samikin cocok dengan apa yang saya jalani saat ini. hal ini menjaidkan saya tetap terus belajar. Dan tentunya turut mengkader para anggota agar bisa menulis.

Menjadi pembicara pada sebuah acara. Ini merupakan hal yang belum pernah saya alami sebelumnya. Sebelumnya memang pernah mengisi, tapi buka seperti ini. kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Karena momen seperti ini jarang terjadi. Saya banayk belajar dari kegiatan semacam ini.

Mendapat tawaran menjadi pembina ekstrakurikuler kepenulisan. Ya, beberapa waktu lalu mendapat tawaran menjadi pembina ekstrakurikuler kepenulisan pada  SMPN di sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Banyumas. Rasa terharu menyelimuti diri. betapa tidak, saya baru anak kemarin di dunia seperti ini. tetapi mendapat kesempatan yang langka pula. Tidak saya sia-siakan. Ini merupakan kesempatan saya untuk berbagi. Dilain sisi, saya harus tetap belajar agar semakin membuka cakrawala dalam kepenulisan.

Semua itu atas izin dari Alloh SWT. Semoga kedepan lebih baik lagi dan dapat mencetak generasi yang lebih hebat. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *